Web Hosting

TV ONLINE

Selasa, 17 Mei 2011

DI DUGA “OKNUM PERANGKAT MELAKUKAN PEMERASAN”


Ngawi, GEGANA.

 Seiring pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam
gencar-gencarnya menggalakan program pengentasan kemiskinan bagi warga
masyarakat untuk menuju keseteraan perekonomian demi kelangsungan hidup, ternyata
masih ada saja berbagai kendala ataupun hambatan yang sekiranya dapat
mempengaruhi tersendatnya proses perjalanan program pemerintah dalam mengangkat
kesejahterakan warga miskin.

              Seperti yang terjadi pada awal-awal
bulan Mei 2011 baru-baru ini , tepatnya di Dusun Carat Desa Patalan Kecamatan
Kendal Ngawi yang mana mayoritas kondisi perekonomian warga masih banyak
dibawah prasejahtera. Warga justru diresahkan dengan adanya pemerasan yang di duga dilakukan oleh salah satu oknum perangkat desa setempat. Dengan
embel- embel menjual sebuah gambar berdalih untuk sokongan yang tidak karuan
jluntrungnya. Terlebih lagi dalam melakukan kegiatan penarikan uang gambar atau
sokongan tersebut, oleh warga dirasakan sangat memaksa.
Ya keberatan. Buat makan saja susah. Terpaksa ya tak bayar mas meski harus
ngutang-ngutang . Apabila tidak bayar di ancam tidak akan diberi sembako”, tutur Pariyem (52)salah satu warga. Ditambahkan pula, oleh sekian warga yang lain juga
mengatakan, bahwa pada dasarnya warga masyarakat secara keseluruhan  merasakan resah maupun keberatan dengan adanya
tarikan uang sokongan yang berkedok menjual gambar pasangan presiden RI dengan harga Rp 5000 untuk per Kartu Keluarga (KK). Dan juga cara penarikan uangya  yang seolah-olah memaksa. Kepala Desa Patalan ( Rohib ) saat dikonfirmasi wartawan
koran ini mengatakan,” Saya tidak tahu pasti terkait beredarnya gambar itu mas.
Karena pada saat gambar itu beredar, saya sedang melaksanakan Umroh. Saya
pulang Umroh gambar sudah beredar, dan warga sudah banyak yang resah,”. “Dan
saya tegaskan pula bahwa saya juga tidak pernah menyuruh atau memerintahkan
kepada salah satu perangkat saya untuk menjual gambar tersebut ataupun untuk jadi
alat minta sokongan kepada warga masyarakat. Dan apabila kalau memang benar masalah itu, membuat berbagai pihak atau kalangan warga protes , saya tidak mau
tanggung resikonya, karena sebelumnya tidak ada kordinasi dengan saya,”ungkapnya.
Masih menurut kades, bahwa memang jauh hari, atau sebelum
keberangkatan Umproh, kades mengakuhi apabila juga pernah didatangi oleh orang
yang tak dikenal, berpakaian hitam dengan membawa mobil Kijang warna putih
silver menawarkan gambar pasangan presiden RI. Mengajak kerja sama untuk menjual
gambar ke sejumlah warga masyarakat yang ada di desa Patalan. Yang mana menurut
pengakuan orang tersebut telah mendapatkan restu /perintah dari pak Camat.
Untuk memastikan, Kades menghubungi Camat lewat Hendpone,  namun Camat mengatakan  bahwa tidak pernah memberikan rekom kepada
orang tersebut . Mendapat jawaban Camat seperti di atas, disaat itu pula Kades
menolak untuk menjualkan gambar tersebut ke warga masyarakat. Namun, oleh
selaku orang yang tak dikenal tersebut, gambar tetap di tinggal dirumah kades,
hingga pada akhirnya kurang lebih tenggang waktu satu bulan gambar itu di ambil
lagi tanpa sepengetauhan kades. Karena kades sudah berangkat Umroh. (pry)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Negara ini Bebas dari Korupsi????

Pengikut

Mengenai Saya

Gresik, Jawa Timur, Indonesia
MENGGALI POTENSI, MENAMPUNG ASPIRASI, MENYEBAR INFORMASI