Web Hosting

TV ONLINE

Selasa, 17 Mei 2011

DPRD Bojonegoro sidak demlot tanaman padi


Bojonegoro, GEGANA
Komisi B DPRD Bojonegoro, Jatim, Selasa, melakukan sidak demplot tanaman padi di Desa Pacul, Kecamatan Kota dan Desa Penganten, Kecamatan Balen yang dibuat distributor pupuk bekerja sama dengan petani di wilayah setempat.
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Chisbullah Huda, didampingi anggotanya, Bambang S, Ali Machmudi dan Fani Chumaidah, Selasa mengatakan, demlot tanaman padi di dua lokasi yang baru dikunjungi itu, pertumbuhannya cukup bagus. Tanaman padi di demplot yang usianya 35 hari dan 59 hari tersebut, bisa tumbuh normal.
Berbeda dengan empat lokasi demlot tanaman padi yang juga dibuat distributor di wilayah setempat, pertumbuhannya tidak terlalu bagus. Tanaman padi yang ditanam pertumbuhannya meranggas, sebagian tumbuh kering. Selain itu, lokasi demplot juga diserang hama sundep, beluk dan wereng.
Di dua demlot itu terjadi perbedaan, di Desa Pacul, Kecamatan Kota, petani mendapatkan bantuan pupuk gratis, sedangkan di Desa Penganten, Kecamatan Balen, petani tetap harus membayar setelah panen.
"Kami akan terus melakukan pemantauan demlot tanaman padi hingga panen, sebab untuk bahan perbandingan," kata Bambang menambahkan.
Berdasarkan data, delapan distributor pupuk di Bojonegoro, membuat demplot tanaman padi dengan luas berkisar 1 hektare sampai 1,3 hektare. Menurut Chisbullah, pembuatan demlot ini, sebagai langkah untuk menentukan pemanfaatan pupuk bagi petani di Bojonegoro. Sebab, dalam perkembangannya unsur hara di dalam tanah sawah di Bojonegoro, sudah menurun drastis hanya berkisar 0.7 hingga 0,8 persen.
Di dalam demlot tersebut, komposisi pupuk yang dimanfaatkan yakni phonska 2 kuintal, urea 2 kuintal dan petroganik 5 kuintal. Hanya saja, komposisi kebenaran kandungan pupuk petroganik produk UD Indo Baru Mandiri (IBM), belum diketahui kepastiannya.
"Kita masih menunggu uji laboratorium kandungan pupuk petroganik produk IBM," jelas Ali Machmudi.
Yang jelas, kata Chisbullah, DPRD akan mengambil keputusan untuk merekomendasikan pemanfaatan pupuk bagi petani di Bojonegoro, mengacu hasil demplot itu. Apalagi, pada musim tanam 2010 lalu, produksi rata-rata tanaman padi per hektare turun menjadi 62,58 kuintal gabah kering panen (KGP), sedangkan 2009 produksinya mencapai 64,67 kuintal.(MUN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Negara ini Bebas dari Korupsi????

Pengikut

Mengenai Saya

Gresik, Jawa Timur, Indonesia
MENGGALI POTENSI, MENAMPUNG ASPIRASI, MENYEBAR INFORMASI