Web Hosting

TV ONLINE

Minggu, 15 Mei 2011

Mestinya yang masuk Terali Besi Paiman dab Sutamin bukan Kris dan Sukir

JEMBER, GEGANA
    Karena pada waktu Sutamin dan Paiman meminta SPPT dikenakan biaya Rp.700.000,-/bidangnya alasanya untuk biaya sertifikat bukan untuk biaya akta jual beli tapi dengan kenyataannya keluar akta jual beli, padahal keluarga ahli waris tidak pernah jual beli tanah pada siapapun, kenyataanya tanah yang pernah di tukar gulingkan oleh keluarga H.Slamet sudah sah dan resmi. Keluarga Ahli waris ( Almh. Bu Tuna ) sebagian dialihkan nama oleh H.Slamet dan sudah di sertifikatkan atas nama H.Slamet. Ini siapa yang merekayasa kalau tidak oknum perangkat desa Tanggul Wetan dan pihak instansi terkait. Mohon ditinjau kembali permasalahan Kris dan Sukir baik instansi terkait dan pihak berwajib karena ini tidak benar, padahal tanah yang ditanami oleh H.Slamet itu benar-benar tanah keluarga dari almarhumah Bu Tuna hasil tujar guling yang sah keluarga Slamet, tapi kenapa yang di masukkan terali besi kok sukir dan kris ??? 
    Seharusnya kan oknum perangkat desa Tanggul Wetan yang masuk terali besi, padahal ini ada bukti autentik kwitansi yang menerima uang Sutamin sebanyak Rp. 250.000 untuk uang muka sertifikat tanah. Harapan semua pihak supaya pihak yang berwajib untuk meninjau ulang permasalahan ini, apa yang tituduhkan selama ini yang jelas tidak benar. menurut nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya dalam koran ini, mohon kepada aparat penegak supaya jangan asal-asalan untuk menahan orang mohon sebelum menahan orang diklarifikasi dulu yang sejelas-jelas. Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Negara ini Bebas dari Korupsi????

Pengikut

Mengenai Saya

Gresik, Jawa Timur, Indonesia
MENGGALI POTENSI, MENAMPUNG ASPIRASI, MENYEBAR INFORMASI