Web Hosting

TV ONLINE

Jumat, 27 Mei 2011

PELUANG USAHA

bisnis usaha ayam kampungPeluang Usaha Ayam kampung penghasil telur tetas di pengaruhi oleh tingginya permintaan DOC ( Day Old Chick ) , dan kurangnya penyedia telur ayam kampung untuk ditetaskan . Oleh sebabitu harga DOC ayam kampung relatif stabil . Melirik kembali usaha pemeliharaan induk ayam kampung sebagai penghasil telur tetas menurut kami tidak ada salahnya dan belum terlambat. Usaha ini mengingatkan kami sewaktu duduk di kelas 1 SLTP di mana kami sudah memulai untuk melakukan pemeliharaan indukan ayam kampung (kampung asli dan bangkok) dan hasilnya sungguh luar biasa untuk seorang anak yang baru berumur 13 tahunan.
Tak salah kalau ada pepatah di dunia peternakan 7 butir telur sama dengan 1 ekor ayam, 7 ekor ayam sama dengan 1 ekor kambing, 7 ekor kambing = 1 ekor sapi dan 7 ekor sapi bisa naik haji. Slogan yang sederhana akan tetapi kalau kita mau merenungkannya akan dapat memberi motivasi kepada kita akan usaha ternak ini.
Hal yang sama juga diakui oleh para pengepul telur tetas, di mana mereka masih sulit untuk menambah jumlah barang dagangan mereka disebabkan tidak ada nya penambahan jumlah produksi dan malah cenderung turun dari waktu ke waktu. Hal ini tidak lain dikarenakan tidak adanya manajemen pemeliharaan dari para peternak di mana mereka kurang memikirkan ternak pengganti (replacement stock) sehingga kadang jumlah ayam kampung pada suatu saat akan mengalami penurunan karena terjadi penurunan jumlah populasi dikarenakan pemotongan di saat-saat tertentu seperti hari raya iedul fitri, tahun baru masehi, imlek, maulud nabi dan lainnya.
Pengadaan Bibit
Jenis ayam kampung yang bisa diusahakan sebagai penghasil telur adalah ayam kampung asli (ayam sayur, ayam buras, ayam berkeliaran dan sebutan lainnya), ayam nunukan, ayam kedu putih, ayam kedu hitam, ayam pelung dan jenis lainnya. Dari jenis tersebut produksi telur tertinggi (per tahun) secara berurutan adalah ayam kedu hitam, kedu putih, dan nunukan, pelung dan sayur.
Untuk memulai usaha ini bisa dimulai dengan membeli DOC dan melakukan seleksi sampai dengan ayam mulai bertelur, bisa juga dengan membeli ayam dara (sekitar umur 20 minggu), dan bisa juga membeli ayam yang sudah berproduksi (sekitar 7 bulan). Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan karenanya sebelum memulai usaha disarankan untuk menimbang-nimbang dan memperbanyak informasi sebelum memutuskan pilihan usaha.
Pemberian Pakan
Pakan untuk ayam kampung tidaklah sesulit kalau kita memelihara ayam broiler, layer, itik/bebek atau juga puyuh. Namun untuk mencapai produksi yang maksimal maka kita juga harus memperhatikan dan menjaga pakan pakan yang diberikan. Pakan untuk ayam kampung yang sudah berproduksi setidaknya mengandung protein 15% dan energi metabolis antara 2.800 – 2.900 kkal/kg. Dengan menggunakan komposisi campuran konsentrat ayam layer dengan dedak halus dengan perbandingan 1:4 sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam kampung yang sedang berproduksi. Sangat dianjurkan dalam pemeliharaan induk untuk memberikan hijauan yang dicacah/cincang kecil-kecil seperti tauge/kecambah, kangkung, bayam, selada air dan rumput-rumputan sebagai sumber vitamin dan mineral. Pemberian hijauan yang dianjurkan 0,75-1,5 kg/100 ekor.
Manajemen Pemeliharaan
Pemeliharaan ayam kampung dewasa tidaklah sesulit memelihara ayam yang masih kecil. Mudahnya, cukup kita berikan pakan dan melakukan kontrol penyakit insyaallah ayam kampung sudah mampu berproduksi meskipun tidak menunjukkan produksi optimalnya. Pilihan dalam melakukan pemeliharaan bisa dengan ekstensif, semi intensif dan intensif. Kami tidak menganjurkan anda untuk melakukan pemeliharaan secara ekstensif karena sama artinya kita tidak mengubah cara beternak kita yang itu merupakan cara beternak dari zaman dulu. Maka tidak ada pilihan lain untuk yang benar-benar ingin sukses dalam beternak yaitu memilih sistem pemeliharaan secara semi intensif atau intensif dan semua kembali kepada kondisi masing-masing peternak. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh BPPT pada tahun 1993, pemeliharaan ayam kampung secara intensif memberikan keuntungan terbesar bagi peternak, namun apabila dilihat dari perbandingan keuntungan dan biaya usaha maka sistem pemeliharaan semi intensif menunjukkan angka tertinggi.
Langkah Selanjutnya
Setelah produksi berjalan maka sekarang kita dihadapkan pada dua pilihan dalam memasarkan telur tersebut yaitu pertama apakah kita langsung menjual telur kita begitu saja atau kedua telur itu kita tetaskan sendiri kemudian kita menjual dalam bentuk DOC ? beberapa pertimbangan berikut mungkin bisa membantu anda keluar dari masalah ini :
  1. Menjual dalam bentuk telur tidak ada resiko, artinya berapapun telur yang dihasilkan asal bentuk normal akan berubah menjadi uang dan tidak perlu menunggu dalam waktu yang lama
  2. Menjual dalam bentuk DOC memang nilai jualnya jauh lebih tinggi bahkan bisa jadi 3 kali lipat dari harga telur akan tetapi resiko dari gagal menetas, kualitas DOC, dan pemasaran DOC perlu untuk mendapat perhatian terlebih waktu yang diperlukan yaitu sekitar 3 minggu
Analisa Usaha Pemeliharaan Induk Ayam Kampung 
Beberapa asumsi :
  1. Indukan yang dipelihara terdiri dari 100 ekor induk betina dengan 13 induk pejantan
  2. Biaya pembuatan kandang diabaikan karena bahan kandang cukup tersedia dan murah
  3. Tenaga kerja juga di abaikan karena sifat usaha ini adalah sampingan bukan usaha pokok
Biaya/modal usaha:
  1. Harga indukan betina Rp 35.000/ekor dan induk pejantan Rp 50.000/ekor, sehingga diperlukan modal untuk induk yaitu : Rp 35.000 x 100 ekor = Rp 3.500.000 dan induk jantan Rp 50.000 x 13 ekor = Rp 650.000. Total Rp 4.150.000
  2. Biaya pakan Rp 300/ekor/hari sehingga Rp 300 x 113 ekor x 365 hari = Rp 12.373.500
  3. Vaksinasi dan obat-obatan Rp 200/ekor sehingga total untuk semua Rp 200 x 113 ekor = Rp 22.600
  4. Tenaga kerja dan biaya pembuatan kandang diabaikan
  5. Total modal usaha Rp 16.546.100
Pendapatan usaha :
  1. Harga telur Rp 1.200/butir dan jumlah produksi telur 120 butir/ekor/tahun sehingga dalam satu tahun didapatkan hasil dari penjualan telur Rp 1.200 x 100 ekor x 120 butir = Rp 14.400.000
  2. Harga ayam babon Rp 40.000/ekor dan jago Rp 75.000/ekor sehingga didapatkan hasil dari penjualan indukan betina Rp 40.000 x 100 ekor = Rp 4.000.000 dan indukan jantan Rp 75.000 x 13 ekor = Rp 975.000 total menjadi = Rp 4.975.000
  3. Penjualan kotoran diperkirakan dalam satu tahun Rp 100.000
  4. Total pendapatan usaha Rp 19.475.000
Laba Usaha :
Di dapatkan dari pendapatan usaha dikurangi biaya usaha = Rp 19.475.000 – Rp 16.676.100 = Rp 2.928.900/tahun
Analisa Kelayakan Usaha
Return Cost Ratio (R/C)
Total penerimaan              Rp 19.475.000
R/C =  ———————– = ——————— = 1,177
Total biaya                    Rp 16.546.100
Dengan nilai R/C 1,17 berarti usaha ini dinilai layak untuk diusahakan. Setiap penambahan biaya Rp 1,- akan memperoleh penerimaan Rp 1,18,-
Pendapatan akan masih bisa bertambah apabila kita bisa menekan biaya pakandan efisiensi pejantan dengan Inseminasi Buatan (IB). Semoga bermanfaat *(SPt).
Berikut Video Tips Cara Beternak Ayam Kampung
Semoga Bermanfaat !

Bisnis Ternak Merpati Hias


Peluang Usaha Ternak Merpati . Sekarang ini trend burung masih di dominasi kenari import  , tapi bukan berarti jenis unggas kesayangan asli indonesia tidak memenuhi selera pasar . Buktinya harga merpati hias cukup mahal , seperti jenis Santinet. Sepasang merpati anakan ditingkat peternak harga sekitar 500 ribu rupiah . Salah satu peternak merpati hisa ini adalah Syarif  Hidayatullah ( kampung sempongan , kota gede , yogyakarta ), untuk bisnis merpati hias ini perlu menyiapkan pasarnya dulu . Dahulu di tahun 1995 merpati hasil panennya selalu di bawa ke pasar burung di jawa tengah , seiring dengan perkembangan waktu akhirnya merambah ke pasar pasar burung di bandung dan jakarta . Dari jaringan yang telah dia bentuk akhirnya sekarang banyak pembeli yang datang ke rumah .
Dari sebuah kandang sederhana dalam sebulan dapat memanen anakan sebanyak dua kali dan setiap kali panen menghasilkan 15 pasang merpati , maka dalam sebulan 30 pasang . Harga sepsang merpati anakan lepas sapih berkisar 150.000 – 1 juta . Jika dalam sebulan didukung pemasaran yg lancar bisa beromzet 15.000.000 , biaya pakan yang di keluarkan 1 juta .
Berikut gambaran analisa budidaya Merpati Hias
A. Investasi
- kandang            Rp. 2.000.000
- Induk 15 pasang @ 1 juta               Rp. 15.000.000
Total : 17.000.000
B. Biaya Operasional
- Pakan                 Rp. 1 .000.000
- Tenaga Kerja    Rp. 1.000.000
Total   : Rp 2.000.000
C. OMZET
- Hasil penjualan anakan ( 1 Pasang indukan menghasilkan 1 pasang anakan. 1 bulan panen 2 kali ) @ 500.000
Rp. 15.000.000
Sumber : Trans Agro
Berikut Gambar dan Jenis Merpati Hias
1.Jacobin Putih
merpati hias Jacobin Putih
================================================
2.Satinettes
merpati hisa satinettes
=================================================
3.Pouter / Gondok
Merpati Hias Pouter Gondok
=================================================
4.English Tumber
Merpati Hias English Tumbler
=================================================
5.Maltese abu-abu
Merpati putih Maltese
================================================
6.Maltese Putih







merpati hias Matese putih
================================================








7.Double Cab Hitam
merpati hias DoubleCab hitam
================================================
8.Double Cab Coklat
merpati hias DoubleCab
================================================
9.King Putih


merpati hias king white

================================================








Semoga Bermanfaat

Peluang Usaha Budidaya Lele Sangkuriang

peluang usaha lele sangkuriang Budidaya Lele Sangkuriang. Reputasi lele dumbo sejak diperkenalkan di Indonesia tahun 1985 langsung melejit. Pertumbuhan yang cepat, serta penyerapan pasar yang sangat tinggi seiring menjamurnya warung tenda pecel lele membuat para pelaku bisnis melirik budidaya lele. Tetapi ternyata laju produksi belum berhasil mengimbangi laju permintaan sehingga pasar selalu kekurangan pasokan.
Inilah yang menantang para ahli perikanan untuk menemukan varietas lele baru: yang pertumbuhannya lebih cepat tanpa mengurangi kualitas dan cita rasa daging lele yang sudah ada bahkan dengan cita rasa yang lebih baik. Maka lahirlah Lele Sangkuriang – hasil perkawinan induk lele dumbo betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan lele dumbo generasi keenam (F6) yang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.
Peluang Usaha Budidaya Lele Sangkuriang. Meskipun bermoyang lele Dumbo, namun lele Sangkuriang memiliki kelebihan dibandingkan leluhurnya. Jika dibandingkan dengan lele Dumbo, “lele Sangkuriang memiliki produktivitas lebih tinggi, panen lebih cepat, kemampuan daya tetas telur lebih tinggi, daya tahan terhadap penyakit lebih tinggi dan rasa dagingnya lebih gurih.lele Sangkuriang hanya membutuhkan waktu 50 – 60 hari untuk siap dipanen
Konversi pakan pada lele Dumbo adalah 1,2:1 sedangkan pada lele Sangkuriang 1:1. Artinya untuk menghasilkan daging 1 kg Cuma dibutuhkan pakan l kg juga.). Kemampuan bertelurnyanya pun berbeda. Jika indukan lele Dumbo hanya bertelur antara 2000-15.000, lele Sangkuriang mampu hingga 20.000.
PASOKAN LELE
Kemajuan teknologi mempercepat masa panen akan membuat pasar menjadi jenuh karena tingkat kebutuhan konsumsi daging lele masih jauh dari tercukupi. Untuk Jakarta dan sekitarnya saja per hari kebutuhan daging lele mencapai 80 ton. Sementara kemampuan memasok baru 60 ton per hari. Itu pun sudah memperhitungkan pasokan yang diambil dari luar daerah, misalnya dari Indramayu.
TIPS DAN SARAN
Peluang Usaha Budidaya Lele Sangkuriang, Kepada para pemula disarankan untuk memulainya dengan membesarkan 1000 lele Sangkuriang terlebih dahulu. “Hitung – hitung sebagai wahana untuk belajar. Untuk pembesaran ikan lele Sangkuriang berskala bisnis, minimal harus membudidayakan 3000 ekor.
Kolam disarankan agar menggunakan kolam terpal. Alasannya, dengan kolam terpal pemanenan lebih gampang dan hasil panen juga lebih mudah diprediksi. “Sebaiknya menggunakan terpal yang dipres bukan dijahit, supaya air tidak merembes.”
Populasi disarankan tak lebih 100 ekor per M2. Selain dimaksudkan agar ikan mengalami pertumbuhan yang maksimal, juga meminimalisir kanibalisme, yang memang sudah menjadi tabiat alamiah lele. “Pemberian pakan tepat serta populasi tidak terlalu padat perilaku lele.
Mula – mula kolam terpal di isi air setinggi 50 CM dan diberi pupuk kandang atau kompos. Setelah delapan hari akan muncul jentik-jentik dan benih ikan ukuran 4 – 6 CM bisa ditebarkan ke dalamnya. Selama masa pembesaran itu pakan berganti sekitar empat kali sesuai dengan pertumbuhan ikan. Setiap kali pergantian jenis pakan, kolam ditambah air setinggi 20 CM. Sehingga pada saat siap panen tinggi air kira-kira 120 CM. Kondisi PH air juga harus selalu dikontrol, terutarna sekali setiap habis hujan, karena biasanya derajat keasaman air meningkat.
Analisis Bisnis Pembesaran Lele Sangkuriang
1.      Biaya Investasi
-          Pembuatan satu kolam terpal ukuran 2 Mx5 M                                   Rp. 500.000,-
2.      Biaya Produksi
-          Pembelian benih 1000 ekor @Rp150; -                                              Rp. 150.000,-
-          Pakan
3 kg pelet L1  @Rp 7.500,-                                                                 Rp. 22.000,-
5 kg pelet L2  @Rp 7.000,-                                                                 Rp. 35.000,-
22 kg pelet PL @Rp 6.700,­-                                                                Rp. 147.000,-
70 kg pelet tenggelam @Rp5.400                                                       Rp. 378.000,-
Biaya Penyusutan Kolam 10% x Rp500.000,-                                     Rp.   50.000,-+
Total Biaya Produksi Rp. 782.400,-
3.      Pendapatan
Total produksi x harga lele Sangkuriang/kg  ( 12 x Rp.11.000,)                Rp. 1.320.000,-
4.      Keuntungan
Keuntungan = Total pendapatan – Total biaya produksi
=  Rp1.320.000 – Rp782.000
=  Rp. 537.600,-
5.      Analisis Kelayakan Usaha
BEP Harga       = Total biaya produksi Rp782.400 Rp. 6.550./kg
Total produksi                    120
BEP Produksi  = Total biaya produksi     Rp782.400                                         71,2 kg
Harga jual/kg                   11.000
Artinya pembesaran tidak mengalami keuntungan maupun kerugian jika dijual Rp6.550; /kg Atau jika produksi yang terjual hanya 71,2 kg.

Peluang Usaha Pembuatan Pakan Ikan. Benarkah Peluangnya masih besar ?


peluang usaha pakan ikan Pembuatan Pakan Ikan . Peluang Bisnis ini tentunya bisa dilihat dari besarnya kebutuhan pasar  pasokan ikan untuk mencukupi kebutuhan konsumen masih belum memadai. Dan sudah pasti bahwa pakan ikan merupakan komponen utama dalam usaha perikanan menjadi suatu hal yang penting. Saat ini harga pakan ikan mencapai Rp. 7.500 / kg. Bahkan  lebih mahal dari beras. Tingginya harga pakan diakibatkan oleh ketergantungan  bahan baku dari luar negeri. Impor tepung ikan sebagai bahan baku mencapai 50.000 – 60.000 ton/ tahun. Atau sekitar 50 % dan total kebutuhan.
Presentase biaya produksi usaha perikanan 70 % lebih terkosentrasi untuk pakan. Sehingga peluang usaha pakan ikan cukup menjanjikan. Yang penting, calon pelaku mesti pintar memilih lokasi usaha. Sebaiknya lokasi produksi dekat sentra petani ikan, sekaligus tak jauh dari sumber bahan baku. Bahan bakunya disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya alam setempat. Pakan ikan bisa dari bahan kaya protein baik hewani maupun nabati, dengan syarat misalnya, mengandung nutrisi tinggi, mudah diperoleh , gampang diolah.
Yang umum digunakan adalah jagung dedak padi, bungkil keledai, dedak gandum, tepung ikan, minyak sawit, mineral dan asam amino. Komposisi tiap bahan diramu sesuai kebutuhan jenis ikan. Dengan memanfaatkan produk lokal, harga pakan ikan bisa lebih murah 50 % dari harga pakan ikan yang diracik dengan bahan baku import.
KOMPOSISI PAKAN IKAN
(DALAM %)
No       Bahan                                     Ikan Mas                    Ikan Lele
1.         Jagung kuning                         25.59                           44.00
2.         Bungkil keledai                       25.00                           16.00
3.         Daun talas                               10.00
4.         Dedak padi                             15.00                           16.00
5.         Tepung ikan                            15.00                           16.00
6.         Keong mas                                6.61
7.         Minyak kelapa                           1.00
8.         Kapur                               –                                 1.00
9.         Premix                                       1.00                             1.00
10.       Antijamur                                  0.03                             0.03
11.       Garam                                       0.04                             0.02
12.       Antioksida                                 0.0125                         0.0125
13.       Vitamin C                                   40 ppm                       40 pmm
14.       Kulit gandum                                                                10.45
15.       Lumpur sawit                                                                5.42
16.       Ampas kecap                                                                11.00
17.       Minyak ikan                                                                   0.03
KUALITAS FCR
Untuk menjamin kecukupan nutrisi yang dibutuhkan ikan. Pakan mesti diramu dengan komposisi bahan baku yang tepat. Pakan bermutu tinggi bila memiliki nila Feed Convertion Ratio (FCR) tinggi. Selain mencerminkan kandungan nutrisi dalam pakan. Nilai FCR juga mengisyatatkan efisiensi pemanfaatan oleh ikan. Nilai besarnya FCR bisa ditentukan dengan menghitung jumlah berat  pakan yang dihasilkan lalu dikalikan 100 %. Untung dan rugi yang dituai petani sangat ditentukan oleh nilai FCR.
5 LANGKAH PEMBUATAN PAKAN IKAN
Secara garis besar proses pembuatan pakan ikan dibagi dalam 5 langkah.
  • Masing – masing bahan dihaluskan dengan bantuan mesin hammer mill
  • Setelah itu diayak
  • Bahan yang sudah jadi tepung kemudian ditakar sesuai komposisi masing – masing dan dicampur dalam mesin mixer
  • Supaya aroma pakan muncul bahan baku dikukus dalam perantil steam
  • Langkah berikutnya, dicetak jadi butiran pelet menggunakan mesin
  • Cerak pelet
  • Proses pendinginan. Pelet dikering-anginkan dengan alat blower.

ANALISIS USAHA PEMBUATAN PAKAN IKAN

Periode : 1 bulan
Kapasitas produksi : 2 ton / hari
BIAYA INVESTASI
Hammer mill                                       Rp. 12.000.000
Mixer                                                   Rp.   5.500.000
Steam                                                 Rp. 15.000.000
Mesin pelet                                          Rp. 50.000.000
Bagunan                                              Rp. 15.000.000
Total Biaya Inverstasi                       Rp. 97.500.000
BIAYA TETAP
Penyusutan hammer mill 10%             Rp.      100.000
Penyusutan mixer 10%                       Rp.        45.000
Penyusutan steam                               Rp.      125.000
Perawatan                                           Rp.        50.000
Promosi & Pemasaran                         Rp.      420.000
Asuransi (5% x biaya bangunan)        Rp.     750.000
Total Biaya Tetap                             Rp.  1.910.000 / bulan
BIAYA TIDAK TETAP
Listrik                                                  Rp.       46.000
Tepung Jagung                                    Rp.       36.000
Dedak padi                                         Rp.     300.000
Bungkil keledai                                   Rp.     200.000
Tepung ikan                                        Rp.     135.000
Minyak kelapa                                     Rp.     210.000
Kapur                                                  Rp.     220.000
Premix                                                 Rp.     220.000
Antijamur                                            Rp.     230.000
Garam                                                             Rp.       90.000
Antioksida                                          Rp.         3.800
Vitamin C                                           Rp.      120.000
Tenaga kerja (2 orang)                        Rp.      600.000
Kemasan                                             Rp.      100.000
Pengangkutan                                                 Rp.      100.000
Lain – lain                                           Rp.      200.000
Total Biaya Tidak Tetap                  Rp.   2.810.800 / hari
Rp. 84.324.000 / bulan
BIAYA PRODUKSI
Biaya Tetap + Biaya Tidak Tetap
Rp. 1.910.000 + Rp. 84.324.000    = Rp. 86.234.000
HASIL USAHA
Kapasitas produksi per hari x 30 hari x harga pakan
(2.000 kg x 30 hari x Rp. 2.000)  =     Rp. 120.000.000
KEUNTUNGAN
Hasil Usaha – Biaya Produksi
(Rp. 120.000.000–Rp. 86.234.000)=  Rp.  33.766.000
JANGKA WAKTU BALIK MODAL
(Biaya Invertasi + Biaya Produksi) : (Keuntungan x Periode)
(Rp. 97.500.000 + Rp. 86.234.000) : (Rp. 33.766.000 x 1 )               = 5.44 periode (bulan).
Catatan : pelet ikan Rp. 2.000 per kg.
Usaha bisa dikembangkan bila ada peluang pasar baru. Yaitu memasok kebutuhan pakan ikan ke luar daerah. Silahkan mencoba. Semoga sukses.

Jasa Penitipan Binatang Piaraan – Peluang Usaha Jelang Lebaran


penitipan binatangPeluang Usaha Mejelang Lebaran – Jasa Penitipan Hewan Piaraan. Jika Anda adalah termasuk penyayang binatang maka peluang usaha dan peluang bisnis ini dapat menjadi pertimbangan. Terutama menjelang lebaran jasa ini cukup prospektif karena biasanya para pemilik hewan menitipkan peliharaannya selama ditinggal pergi mudik pemilik atau pembantu yang biasa merawatnya. Walaupun pengelolaannya cukup sulit namun persaingan dalam bisnis ini masih tergolong sedikit.
Karena usaha ini adalah usaha untuk menggunakan jasa dan penitipan maka biaya operasional yang dikeluarkan setiap bulan cenderung sedikit sementara potensi pendapatan dapat berlimpah. Dalam usaha ini kita membutuhkan beberapa pegawai terutama yang mengerti tentang binatang sekaligus juga sayang dengan binatang. Mengenai biaya Penitipan Binatang ada yang menerapkan harga tergantung dari berat badan, yaitu Rp 40.000 per hari untuk hewan dengan berat di bawah 10 kg. ( standart harga 2009 ). Sedangkan di atas 10 kg, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5.000 per 5 kg berat badan.
Target Pasar
Target pasar kita adalah para penyayang binatang yang biasanya datang dari kelas ekonomi menengah keatas.
Hal-hal Yang Dibutuhkan
Tempat menjadi hal yang paling utama. Tidak perlu terlalu luas, cukup 9 x 5 meter. Walaupun semakin besar tentu akan semakin baik. Lahan yang ada akan kita gunakan untuk kandang dan lain-lain. Minimal kita memerlukan dua orang pegawai untuk mengawasi binatang-binatang peliharaan itu walaupun semakin banyak akan semakin baik.
Kendala
Kendala yang paling utama adalah dalam mencari calon konsumen. Untuk itu kita memerlukan relasi dan daftar nama yang cukup banyak. Selain itu kita juga harus dapat menanamkan kepercayaan pelanggan bahwasanya binatang peliharaannya akan sejahtera selama berada dalam pengawasan kita.
Tips
Karena para penyayang binatang ini datang dari kalangan ekonomi menengah keatas maka kita dapat mencoba untuk memasarkan jasa ini bukan hanya kepada relasi kita tapi juga kepada karyawan yang berada di kantor-kantor atau masuk ke daerah pemukiman yang mayoritas penghuninya dari kelas menengah keatas atau juga dapat melalui internet.

Peluang Usaha Aneka Sayuran Kemasan Kaleng tahan hingga 2 tahun

peluang usaha sayuranAneka Sayuran Kemasan Kaleng. Semua sayur pastilah tidak dapat bertahan lama atau cepat basi. Kalau mau disimpan paling lama hanya 24 jam, itu pun harus segera dipanaskan untuk menjaga agar masih layak dikonsumsi. Kini dengan teknologi yang dihasilkan UPT BPPTK LIPI Yogyakarta , di Desa Gading, Kecamatan Player , Gunungkidul, Yogyakarta, aneka sayur yang berkuah santan dapat bertahan 2 tahun masa simpanan dalam kemasan kaleng tanpa bahan pengawet. Artinya ini ini bisa menjadi peluang usaha atau peluang bisnis untuk bisa di export , dan bisa bersaing di pasar global .

Menurut Ir. Mukhamad Angwar salah seorang peneliti yang terlibat dalam program kreatif ini, pihaknya sudah membuat produk dengan izin edar dari BPOM untuk beberapa jenis masakan seperti : Mangut Lele, Gudeg, Tempe Kari, dan Sayur LOmbok Ijo yang dikemas dalam kaleng dengan merek produk “Gading” . Pemantangan dan penyempurnaan teknologi pengawetan sayur bersantan ini sudah dilakukan dalam laboratorium riset sejak tahun 2005. Proses pengalengan agar sayur awet adalah dengan cara meminimalisir kontak udara dalam proses pengepakan. Hasilnya , makanan ini tidak basi meski tidak dibubuhi bahan pengawet.
Gudeg serta aneka sayur kaleng seperti ini diharapkan dapat mengurangi peredaran makanan berbahan pengawet kimia yang dapat merugikan kesehatan manusia. Saat ini, UPT BBPK LIPI Yogyakarta mampu memproduksi 100 kaleng gudeg per hari. Proses produksinya didukung 6 orang tenaga kerja . Pemasaran dan distibusinya dilakukan oleh Koliga (Koperasi LIPI Gading) yang beralamatkan di tempat yang sama dengan kantor UPT BPPK LIPI Yogyakarta.
Pemasaran dan Kendalanya
Kendala pemasaran sangat dirasakan dalam memperkenalkan produk ini, karena sampai sekarang belum ada investor yang berminat. Saat ini pemasaran masih sebatas pesanan atau by order dengan minimal pesanan 100 kaleng. Kemasan kaleng 250 gr dijual dengan harga Rp. 7.000,- sanpai dengan Rp. 12.000,- tergantung jenis produknya.
Meski pasar dalam negeri belum antusias merespon produk ini, Koligan sudah go international dalam menjual sayur kaleng ini. Dr. Jonathan Agranoff, seorang dokter sebuah rumah di Inggris , secara rutin memesan Sayur Tempe bumbu Kari kaleng kemasan 250 gr. Ia memberikan tempe terapi kanker. Lantaran terbukti memberikan hasil yang baik, maka pernintaan meningkat dari 2.000 kaleng menjadi 6.000 kaleng / bulan.Setiap kaleng dihargai 3 poundstering atau sekitar Rp. 48.000, jadi bila dihitung , total penjualan setiap bulan yang diterima dari dokter tersebut sebesar Rp 96 juta / bulan.
Di pasar domestic, penjualan sayur kaleng tersebut baru merambah 2 pasar modern di Yogyakarta, yaitu Mirota dan Pemela Swalayan. Sementara di Bandung bekerjasama dengan pusat oleh – oleh Karya Umbi. Diharapkan jaringan kesempatan untuk bekerjasama dengan produsen sayur kaleng ini.
GIZI SAYUR KALENG
GIZI GUDEG MANGUT SAYUR TEMPE KARI
% per 100 gr Lele Lombok Ijo
Lemak 5.12 6.24 9.17 2.45
Protein 5.33 6.58 7.18 5.05
Karbonhidrat 12.47 9.63 5.01 5.19
Kadar Air 73.28 75.71 75.97 84.17
Kadar abu 1.72 1.66 1.21 1.33
PRODUK SAYUR KALENGAN “GADING”
• Gudeg
Kemasan : 250 gr – harga Rp. BPOM .RI.MD. 555112001035
• Mangut Lele
Kemasan : 250 gr – harga Rp. 12.000,-
BPOM.RI.MD. 55111200
• Tempe Kari
Kemasan : 250 gr – harga Rp. 7.000,-
BPOM.RI.MD.555112003035
• Sayur Lombok Ijo
Kemasan : 250 gr – harga Rp. 8.000,-
BPOM.RI.MD.555112002035
Semoga Bermanfaat menjadi insapirasi anda dalam memulai usaha .

Budidaya Ikan Gurami Puasa



pemuasaan ikan gurami Hemat Pakan dan Tahan Penyakit . Bagaimana dengan nilai produksinya ? Menurut Drs Untung Susilo MS , staff pengajar biologi Universitas Jendral Sudirman ( UNSUD ) Purwokerto . Produksi tidak akan terganggu akibat pemuasaan , nilai positifnya daya tahan tubuh ikan gurami lebih baik di banding pemberian pakan normal . Berikut beberapapemuasaan yang bisa dilakukan untuk budidaya ikan gurami yaitu  pemuasaan 1/1 dan 3/4 .
Puasa 1/1 ( selang seling ) Artinya puasa dan makan diselang seling setiap hari . Puasa 3/4 yaitu ikan di puasakan selama 3 hari dan di beri makan 4 hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bersama teamnya . Tidak ada perbedaan nyata bobot akhir gurami . Artinya tidak perlu kawatir dengan produksi akibat pemuasaan ini. Targetnya pemuasaan ini dengan pengurangan pakan tapi hasil bobot yang tetap sama dengan pemberian pakan normal.
Dari penelitian selama 14 minggu , data menunjukan dengan pemuasaan 1/1 pada awal penelitian terjadi pertumbuhan yang lebih rendah di banding pertumbuhan dengan pakan normal ( di minggu ke 6 ) .Untuk pemuasaan 3/4 di minggu awal sampai pertengahan pertumbuhan selalu di bawah pemuasaan 1/1 dan pakan normal .  Tapi di hasil akhir ( minggu ke 14 ) pertumbuhan baik dengan pemuasaan 1/1 , 3/4 dan pakan normal bobotnya menjadi relatif setara .
Daya Tahan Tubuh Ikan Gurami Puasa
Daya tahan ditunjukan dengan  meningkatnya aktifitas enzim  didalam organ pencernaan . Peningkatan enzim pencernaan disebabkan oleh nafsu makan yang tinggi setelah pemuasaan . Selain itu juga terjadi peningkatan jumlah leukosit . Jumlah leukosit merupakan indikasi peningkatan daya tahan tubuh ikan . Untuk pemuasaan 1/1 jumlah peningkatan leukosit relatif stabil dibanding tanpa pemuasaan . Hal ini terjadi karena respon tubuh ikan terhadap kondisi pakan yang tersedia .
Jadi ada 3 keutungan budidaya ikan gurami dengan pemuasaan yaitu : 1. Efisiensi pakan dan menjaga nafsu makan ikan , 2 . Daya tahan ikan akan lebih baik   3 . Mengurangi polusi air akibat kotoran ikan , jika pemuasaan otomatis kotoran yang di hasilkan ikan menurun sehingga dapat mengurangi polusi air dalam kolam.
Semoga bermanfaat dan menjadi ide peluang usaha anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Negara ini Bebas dari Korupsi????

Pengikut

Mengenai Saya

Gresik, Jawa Timur, Indonesia
MENGGALI POTENSI, MENAMPUNG ASPIRASI, MENYEBAR INFORMASI