Web Hosting

TV ONLINE

Selasa, 17 Mei 2011

Pemulangan Jenazah TKW Asal Ngawi Biaya’i Sendiri


NGAWI - GEGANA: Suasana duka tercermin pada keluarga Sastro (67) warga Dusun Melok Wetan, Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Setelah menunggu selama empat hari atas kedatangan jenazah putrinya yang bekerja di Johor Malaysia karena dikabarkan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ini meninggal dunia. Jenazah Supini (36) anak kedua dari Sastro ini, Sabtu (07/05/2011) pukul 16.00 wib tiba di rumah duka yang sebelumnya transit di bandara Juanda Surabaya.
Pengamatan gegana di rumah duka, Sabtu (07/05/2011) tetangga juga nampak bersedih atas nasib yang menimpa Supini. ”Tentu kami juga ikut berduka, niat merubah nasib pulang jadi begini,” tuturnya. Janda beranak satu (Dila,12) ini berangkat ke Malaysia dari Jakarta melalui PT-PJTKI yang tidak jelas. ”Tahun 2008 berangkat ke Jakarta, tahun 2009 akhir memberitahu kalau sudah di Malaysia. Dan bulan Maret kemarin adik saya (Supini,red) pernah telpon mengeluhkan kalau dirinya sakit sesak nafas dan jantung,” terang Supeno, kakak korban dengan terbata-bata menahan kesedihan.
Informasi kematian Supini berasal dari Sumaji (teman Supini,red) di Malaysia asal Kediri. ”Selasa (03/05/2011) pukul 01.00 wib dini hari saya terima SMS dari Sumaji yang mengabarkan kalau adik saya (Supini,red) meninggal dunia karena sakit,” terangnya pada reporter infongawi.
Sementara itu orang tua korban, Sastro (67) sangat bersyukur atas kepulangan jasad anaknya walaupun terlihat sedih. ”Saya sekeluarga bersyukur jasad anakku bisa dibawa pulang ke rumah,” tuturnya penuh iba, walaupun harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk biaya pemulangan jenasah dar Malaysia. (yto/tim)

1 komentar:

  1. waduh...kasihan, seharusnya yang harus bertanggung jawab KBRI. Piye to.

    BalasHapus

Kapan Negara ini Bebas dari Korupsi????

Pengikut

Mengenai Saya

Gresik, Jawa Timur, Indonesia
MENGGALI POTENSI, MENAMPUNG ASPIRASI, MENYEBAR INFORMASI