Web Hosting

TV ONLINE

Selasa, 17 Mei 2011

PERAMPASAN TANAH SAWAH TANPA HAK MILIK DESA BENDUNG KEC. JETIS, KAB. MOJOKERTO

Lahan  dan tebu yang masih bermasalah

Mojokerto, GEGANA.
H. M. Tahal memiliki tanah sawah seluas 7.790 m2 yang terletak di dusun Belik Desa Bendung Kec. Jetis Kab. Mojokerto – Jawa Timur. Tanah tersebut di jual kepada Ngateman Dusun Ngemplak Desa Bendung Kec. Jetis  Kab. Mojokerto. Kemudian tanah sawah itu digarap oleh Ngatemo selama 4 tahun, setelah digarap langsung dirampas oleh Nuril Huda dusun Pasinan Wetan Desa Kupang Kec. Jetis Kab. Mojokerto tanpa musyawarah. Akhirnya tanah tersebut oleh Ngatemo diserahkan kepada Nuril Huda, alas an Nuril Huda merampas karena ada surat keterangan jual beli yang ditanda tangani oleh Kepala Desa Bendung Abd. Rokhim, padahal kalau dipelajari surat keterangan yang dikeluarkan oleh mantan Kepala Desa Abd. Rokhim betul-betul ada penyimpangan atau indikasi rekayasa data : 1. Yang jelas surat keterangan yang ditanda tangani Kades Abd. Rokhim tidak ada yang asli hanya foto copy, ini pengakuan Nuril Huda dihadapan Polisi kata narasumber yang dapat dipercaya, bahkan di surat keterangan itu H. M. tidak pernah menanda tangani, tidak pernah menjual pada Nuril Huda, dan tidak pernah menerima uang dari Nuril Huda setelah dirampas.  2. Setelah tanah dirampas, Ngatemo melabrak ke rumah H. M. Tahal. Supaya tidak terjadi salah paham oleh H. M. Tahal suruh manggil Nuril Huda untuk diajak musyawarah, tetapi Nuril Huda tidak mau.  3. Kemudian di musyawarahkan di Balai Desa Bendung, yang hadir ; Nuril Huda, Ngatemo, H. M. Tahal yang tidak hadir mantan Kepala Desa Abd. Rokhim. Karena musyawarah dibalai desa tidak ada hasilnya, maka Ngatemo pamit lapor ke Polres bahkan Kades yang sekarang mendukung sepenuhnya, malah kalau berhasil laporan Ngatemo ke Polres maka Ngatemo dikasih hadiah. Bahkan Ngatemo mengancam di rumah H. M. Tahal, Ngatemo mengucapkan “ Kalau tebu ditebang siapa saja maka H. M. Tahal tak bacok, Nuril Huda tak bacok, pengacara tak bacok.“ begitu  kata narasumber saat berada di rumah H. M. Tahal.  4. Karena merasa ada dukungan dari Kades maka Ngatemo melaporkan H. M. Tahal ke pihak berwajib, diduga penipuan dan penggelapan tanah tersebut. Urusan demi urusan akhirnya H. M. Tahal melaporkan Nuril Huda ke Mapolres Mojokerto dengan tanda lapor No. Pol. LP/557/XII/2009/POLRES. Karena Nuril Huda telah menguasai tanah sawah milik orang lain tanpa hak dengan menanami tebu. Padahal H. M. Tahal tidak pernah merasa menjual tanah sawah kepada Nuril Huda.
Akhirnya semua yang terkait dengan masalah ini dipanggil oleh pihak Polres, tapi sayangnya sampai sekarang permasalahan tersebut selama ±  2 tahun belum ada titik terangnya, siapa yang salah dan yang benar belum ada. Jadi kasus ini betul-betul mandul … ada apa dibalik ini ??? karena masalah ini sudah ditangani oleh pihak berwajib “Barang siapa yang menebang tebu, yang bermasalah maka akan berurusan dengan pihak berwajib, karena permasalahan ini belum selesai. Harapan H. M. Tahal supaya pihak berwajib segera menindak tegas kepada oknum-oknum yang terkait dengan permasalahan ini. (Bersambung ….. ) / TEAM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Negara ini Bebas dari Korupsi????

Pengikut

Mengenai Saya

Gresik, Jawa Timur, Indonesia
MENGGALI POTENSI, MENAMPUNG ASPIRASI, MENYEBAR INFORMASI