Web Hosting

TV ONLINE

Selasa, 17 Mei 2011

Perkebunan PT Glenmore bekerja sama dengan pihak PLN fasilitasi lampu penerangan karyawan

Banyuwangi, GEGANA
Maraknya krisis financial global yang terjadi dibeberapa perusahaan, hal ini menjadi ancaman serius baik bagi para pelaku usaha maupun bagi para pekerja. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang tidak mampu bertahan lagi hingga akhirnya harus gulung tikar yang pada akhirnya berdampak bertambahnya statistic (angka-angka) pengangguran. Namun tidak demikian halnya dengan perkebunan PT Glenmore, Perusahaan yang bergerah di bidang Argo Bisnis ini tetap mampu bertahan  dan bersaing dengan sector usaha lain.
Dengan adanya potensi alam yang dimiliki dan kemajuan management yang diterapkan perusahaan ini terus membangun arus komunikasi yang harmonis dengan semua pihak untuk mempertahankan dan meningkatkan eksistensinya. Hal ini dapat dilihat dari upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk mensejahterakan para pekerjanya. Berangkat dari rasa sosial, tanggung jawab dan kepedulian yang tinggi terhadap kesejahteraan para pekerjanya perkebunan PT Glenmore bekerja sama dengan pihak PLN memfasilitasi lampu penerangan para pekerja, hal ini dilakukan karena ketidak mampuan dan tidak memadainya pembangkit tenaga listrik yang dimiliki oleh pihak perusahaan, sebagai akibat dari bertambahnya perumahan pekerja sekaligus alat-alat dan bahan-bahan rumah tangga yang mengeksploitasi tenaga listrik milik perusahaan sehingga proses produksi di pabrik terhambat. Menurut pemaparan Bapak Supriyadi selaku sinder pabrik sekaligus koordinator pelanggan PLN di wilayah perkebunan Glenmore, untuk mengantisipasi agar pekerjaan di pabrik tidak terganggu dan tidak terkendala, dan untuk menjaga agar lampu diperumahan para pekerja tidak selalu terjadi pemadaman sebagai akibat dari tidak memadainya tenaga listrik yang ada, maka perusahaan mengambil langkah bekerja sama dengan pihak PLN.
Untuk landingnya dan terwujudnya kerja sama tersebut menurut pemaparan Bapak Supriyadi dan Bapak Ribut selaku ketua SPSI di perkebunan PT Glenmore, bahwasannya perusahaan akan memberikan pinjaman kepada pihak pekerja untuk biaya  pembayaran pemasangan instalasi listrik terhadap pihak PLN, untuk menyikapi dan merespon hal ini Admnistratur PT Glenmore ( H.Hafiludin ), Staf PT Glenmore dan SPSI PT Glenmore (Bapak Ribut) mengajukan permohonan kepada pihak direksi agar dapatnya pinjaman tersebut tidak dibungakan, walaupun menurut informasi beliau-beliaunya uang pinjaman tersebut diupayakan oleh pihak Direksi melalui pinjaman Bank yang notabenenya berbunga. Akhirnya permohonan dikabulkan oleh pihak Direksi. Menurut informasi dari koordinator pelanggan (Bapak Supriyadi) setiap pelanggan di bebani nominal biaya sebesar Rp. 1.800.000, para pekerja (pelanggan) menerima dan sepakat dengan jumlah nominal biaya tersebut.
Proses pengerjaan realisasi pemasangan instalasi listrik tersebut, ditangani oleh CV Bella Setia Pratama. Menurut Bapak Supriyadi jumlah pelanggan di masing-masing afdeling bervariasi, diantaranya untuk Afdeling Kalitakir 31 pelanggan dan itupun sudah menyala, Sepanjang Lor 20 pelanggan masih dalam proses nyala, Sumber Manggis ± 25 pelanggan, akan diproses setelah tiang terpasang, Besaran 6 pelanggan, jadi jumlah global pelanggan diseluruh wilayah afdeling ± 82 pelanggan. Dari jumlah pelanggan terkafer perusahaan perkebunan PT Glenmore harus mengeluarkan anggaran biaya dengan jumlah nominal yang tidak sedikit demi terwujudnya kesejahteraan para pekerja.
Menurut Bapak Supriyadi dan Bapak Ribut selaku ketua SPSI pihak perkebunan PT Glenmore dan pihak pekerja (Pelanggan PLN) mengenai angsuran pinjaman dari perusahaan mereka sepakat para pekerja (Pelanggan PLN)  akan dipotong gaji Rp. 50.000/bulan, namun untuk mengantisipasi adanya penghasilan karyawan yang tidak mencukupi perusahaan akan berupaya memperkecil angsuran pinjaman yang wacananya pihak pekerja (Pelanggan PLN) akan dipotong gaji Rp. 30.000/bulan, namun disatu sisi Bapak Ribut selaku ketua SPSI sekaligus kepala bagian di afdeling Kalitakir menegaskan dan memaparkan untuk para pekerja (Pelanggan PLN) di afdeling Kalitakir meminta agar dapatnya angsuran pinjaman bias diperbesar bahkan ada yang meminta dipotong gajinya sampai Rp.100.000/bulan, lebih kalau ada panen raya karena memadainya penghasilan pekerja diwilayah afdeling Kalitakir.
Dari hasil informasi ini, dapat disimpulkan bahwasannya perkebunan PT Glenmore termasuk dalam kategori perusahaan yang solid, respon, dan peduli terhadap kesejahteraan para pekerjanya, sehingga terjalinlah suatu hubungan yang harmonis antara pihak perusahaan dan pihak pekerjanya, maka terciptalah dan termanifestasilah situasional dan kondisional perusahaan yang kondusif. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Negara ini Bebas dari Korupsi????

Pengikut

Mengenai Saya

Gresik, Jawa Timur, Indonesia
MENGGALI POTENSI, MENAMPUNG ASPIRASI, MENYEBAR INFORMASI