Web Hosting

TV ONLINE

Selasa, 17 Mei 2011

SENGKETA TANAH PEKARANGAN DI DUSUN TANDES DS. KONANG KEC. GALIS PAMEKASAN

                                                       Pak Halil                          Bpk.Mat Ba'in


Pamekasan, GEGANA.
Murti berumah tangga dengan P. Mathuri di karuniai keturunan 3 anak. Yaitu ; 1. Mathuri, 2. Juhriyah, 3. Halli. Kemudian Murti mempunyai tanah pekarang yang terletak di dusun Tandes Ds. Konang Kec. Galis  Kab. Pamekasan Propinsi Jawa Timur.
Dan tanah pekarangan a/n. Murti semuanya dihibahkan kepada anak kandungnya atau ahli waris keluarga Murti, bahkan ketiga anaknya sudah kebagian atau mendapat semua tanah pekarangan itu. Sebidang ini milik Mathuri, sebidang tanah ini milik Juhriyah, sebidang ini milik Halli, jadi artinya ketiga anak kandungnya sudah kebagian semua tanah pekarangan itu. Selain Halli punya pekarangan juga punya tanah sawah ± 2 bidang, tanah sawah milik Halli oleh Mathuri dijual kepada Matba’in P. Lassari Ds. Bulay Kec. Galis Kab. Pamekasan. Jadi tanah yang dijual tadi diganti / ditukar tanah pekarangan bagian Mathuri, berarti tanah pekarangan bagian Mathuri sah dimiliki oleh Halli.
Suatu hari kakak kandung Halli (Mathuri) membutuhkan uang lagi, maka tanah pekarangan yang sudah diserahkan Halli sebagai ganti sawah yang dijual oleh Mathuri diminta paksa oleh kakal kandungnya (Mathuri) dasar Mathuri merebut tanah pekarangan itu kata Mathuri; tanah itu adalah warisan saya sah dari ibu Murti. Setelah dikuasai tanah tersebut secara diam-diam tanah pekarangan tersebut dijual kepada Pandi (pembeli tanah). Kemudian tanah di Pandi dijual lagi kepada Hj. Nur, alamat Ds. Konang Kec. Gilis Kab. Pamekasan yang sekarang berdomisili di Jakarta, d/a. Duren sawit. Bahkan tanah pekarangan itu sudah disertifikatkan atas nama : Hj. Nur, kata narasumber yang dapat dipercaya. Kok bisa terbit sertifikat, padahal semasa hidupnya Murti ditanya ‘gak pernah cap jempol ya gak pernah tanda tangan, tetapi saudara yang dua-duanya ikut tanda tangan yaitu Mathuri, Juhriyah. Bahkan Halli sekitar tahun 1985 di sodori oleh kakaknya (Mathuri) kertas apa tulisannya gak bisa dibaca oleh Halli terus ditanda tangani begitu saja. Karena Halli takut karena kakak kandungnya mengancam kalau Halli tidak mau tanda tangan dikertas ini  saya bunuh dengan keris ini, kata Mathuri begitu menirukannya. Jadi saya dipaksa suruh tanda tangan tadi maksudnya mau dibuat apa saya gak tahu sama sekali. Bersambung … (TIM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Negara ini Bebas dari Korupsi????

Pengikut

Mengenai Saya

Gresik, Jawa Timur, Indonesia
MENGGALI POTENSI, MENAMPUNG ASPIRASI, MENYEBAR INFORMASI