Web Hosting

TV ONLINE

Selasa, 17 Mei 2011

PERAMPASAN TANAH SAWAH TANPA HAK MILIK DESA BENDUNG KEC. JETIS, KAB. MOJOKERTO

Lahan  dan tebu yang masih bermasalah

Mojokerto, GEGANA.
H. M. Tahal memiliki tanah sawah seluas 7.790 m2 yang terletak di dusun Belik Desa Bendung Kec. Jetis Kab. Mojokerto – Jawa Timur. Tanah tersebut di jual kepada Ngateman Dusun Ngemplak Desa Bendung Kec. Jetis  Kab. Mojokerto. Kemudian tanah sawah itu digarap oleh Ngatemo selama 4 tahun, setelah digarap langsung dirampas oleh Nuril Huda dusun Pasinan Wetan Desa Kupang Kec. Jetis Kab. Mojokerto tanpa musyawarah. Akhirnya tanah tersebut oleh Ngatemo diserahkan kepada Nuril Huda, alas an Nuril Huda merampas karena ada surat keterangan jual beli yang ditanda tangani oleh Kepala Desa Bendung Abd. Rokhim, padahal kalau dipelajari surat keterangan yang dikeluarkan oleh mantan Kepala Desa Abd. Rokhim betul-betul ada penyimpangan atau indikasi rekayasa data : 1. Yang jelas surat keterangan yang ditanda tangani Kades Abd. Rokhim tidak ada yang asli hanya foto copy, ini pengakuan Nuril Huda dihadapan Polisi kata narasumber yang dapat dipercaya, bahkan di surat keterangan itu H. M. tidak pernah menanda tangani, tidak pernah menjual pada Nuril Huda, dan tidak pernah menerima uang dari Nuril Huda setelah dirampas.  2. Setelah tanah dirampas, Ngatemo melabrak ke rumah H. M. Tahal. Supaya tidak terjadi salah paham oleh H. M. Tahal suruh manggil Nuril Huda untuk diajak musyawarah, tetapi Nuril Huda tidak mau.  3. Kemudian di musyawarahkan di Balai Desa Bendung, yang hadir ; Nuril Huda, Ngatemo, H. M. Tahal yang tidak hadir mantan Kepala Desa Abd. Rokhim. Karena musyawarah dibalai desa tidak ada hasilnya, maka Ngatemo pamit lapor ke Polres bahkan Kades yang sekarang mendukung sepenuhnya, malah kalau berhasil laporan Ngatemo ke Polres maka Ngatemo dikasih hadiah. Bahkan Ngatemo mengancam di rumah H. M. Tahal, Ngatemo mengucapkan “ Kalau tebu ditebang siapa saja maka H. M. Tahal tak bacok, Nuril Huda tak bacok, pengacara tak bacok.“ begitu  kata narasumber saat berada di rumah H. M. Tahal.  4. Karena merasa ada dukungan dari Kades maka Ngatemo melaporkan H. M. Tahal ke pihak berwajib, diduga penipuan dan penggelapan tanah tersebut. Urusan demi urusan akhirnya H. M. Tahal melaporkan Nuril Huda ke Mapolres Mojokerto dengan tanda lapor No. Pol. LP/557/XII/2009/POLRES. Karena Nuril Huda telah menguasai tanah sawah milik orang lain tanpa hak dengan menanami tebu. Padahal H. M. Tahal tidak pernah merasa menjual tanah sawah kepada Nuril Huda.
Akhirnya semua yang terkait dengan masalah ini dipanggil oleh pihak Polres, tapi sayangnya sampai sekarang permasalahan tersebut selama ±  2 tahun belum ada titik terangnya, siapa yang salah dan yang benar belum ada. Jadi kasus ini betul-betul mandul … ada apa dibalik ini ??? karena masalah ini sudah ditangani oleh pihak berwajib “Barang siapa yang menebang tebu, yang bermasalah maka akan berurusan dengan pihak berwajib, karena permasalahan ini belum selesai. Harapan H. M. Tahal supaya pihak berwajib segera menindak tegas kepada oknum-oknum yang terkait dengan permasalahan ini. (Bersambung ….. ) / TEAM.

JAJARAN RESKRIM DAN POLMAS MAPOLSEK KALIBARU GELAR RAZIA PERJUDIAN

Wartawan GEGANA saat konfirmasi di MAPOLSEK Kalibaru

Banyuwangi, GEGANA

Proses razia dan penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat Dusun  Jati Pasir Desa Kajarharjo Kecamatan Kalibaru yang merasa risih dan resah dengan adanya perjudian dilingkungannya. Menurut informasi H. Mansur (Kasat RESKRIM MAPOLSEK Kalibaru) dan Moh. Sholeh (POLMAS Kalibaru) memaparkan kepada wartawan GEGANA bahwasannya informasi tindakan perjudian ini didapat dari masyarakat dusun Jati Pasir pada pukul 22.00 wib, serta merta H. Mansur dan kawan-kawan langsung meluncur kelokasi dimana perjudian tersebut digelar. ± jam 22.30 wib H. Mansur dan kawan-kawan setelah tiba ditempat, langsung melakukan penggrebekan dan menggedor pintu rumah Yugi tempat digelarnya perjudian. Joko selaku tersangka serta merta membuka pintu rumah tersebut, pada saat itu juga H. Mansur dan kawan-kawan langsung melakukan penangkapan dan membekuk 3 tersangka, diantaranya Yugi, Begiran, dan Joko, yang mana ketiga-tiganya merupakan warga dusun Jati pasir Rt 01 Rw 02 desa Kajarharjo kecamatan Kalibaru, namun yang amat disayangkan salah seorang pelaku dan tersangka perjudian yang bernama Herman berhasil meloloskan diri dan masih dalam proses pencarian jajran RESKRIM dan POLMAS MAPOLSEK Kalibaru.
Menurut keterangan H. Mansur dan Moh. Sholeh ketiga tersangka yang berhasil tertangkap langsung dikeler dan dibawa ke MAPOLSEK Kalibaru berikut barang buktinya berupa kartu Remi nominal uang sejumlah Rp.6000, 3 Bungkus rokok yang beraneka macam diantaranya 1 bungkus Jie sam soe, 1 bungkus rokok Tali jagat kretek, dan 1 bungkus rokok Grendel, untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut.
H. Mansur dan kawan-kawan agar terus beroperasi melaksanakan misinya berdasarkan perintah dari KAPOLSEK Kalibaru (Suwanto Barri), agar dapatnya statistik (angka-angka) kriminalitas khususnya diwilayah kecamatan Kalibaru berkurang, sehingga masyarakat sebisa mungkin akan sadar hukum sehingga terciptalah situasi yang aman dan kondusif.   

Perkebunan PT Glenmore bekerja sama dengan pihak PLN fasilitasi lampu penerangan karyawan

Banyuwangi, GEGANA
Maraknya krisis financial global yang terjadi dibeberapa perusahaan, hal ini menjadi ancaman serius baik bagi para pelaku usaha maupun bagi para pekerja. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang tidak mampu bertahan lagi hingga akhirnya harus gulung tikar yang pada akhirnya berdampak bertambahnya statistic (angka-angka) pengangguran. Namun tidak demikian halnya dengan perkebunan PT Glenmore, Perusahaan yang bergerah di bidang Argo Bisnis ini tetap mampu bertahan  dan bersaing dengan sector usaha lain.
Dengan adanya potensi alam yang dimiliki dan kemajuan management yang diterapkan perusahaan ini terus membangun arus komunikasi yang harmonis dengan semua pihak untuk mempertahankan dan meningkatkan eksistensinya. Hal ini dapat dilihat dari upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk mensejahterakan para pekerjanya. Berangkat dari rasa sosial, tanggung jawab dan kepedulian yang tinggi terhadap kesejahteraan para pekerjanya perkebunan PT Glenmore bekerja sama dengan pihak PLN memfasilitasi lampu penerangan para pekerja, hal ini dilakukan karena ketidak mampuan dan tidak memadainya pembangkit tenaga listrik yang dimiliki oleh pihak perusahaan, sebagai akibat dari bertambahnya perumahan pekerja sekaligus alat-alat dan bahan-bahan rumah tangga yang mengeksploitasi tenaga listrik milik perusahaan sehingga proses produksi di pabrik terhambat. Menurut pemaparan Bapak Supriyadi selaku sinder pabrik sekaligus koordinator pelanggan PLN di wilayah perkebunan Glenmore, untuk mengantisipasi agar pekerjaan di pabrik tidak terganggu dan tidak terkendala, dan untuk menjaga agar lampu diperumahan para pekerja tidak selalu terjadi pemadaman sebagai akibat dari tidak memadainya tenaga listrik yang ada, maka perusahaan mengambil langkah bekerja sama dengan pihak PLN.
Untuk landingnya dan terwujudnya kerja sama tersebut menurut pemaparan Bapak Supriyadi dan Bapak Ribut selaku ketua SPSI di perkebunan PT Glenmore, bahwasannya perusahaan akan memberikan pinjaman kepada pihak pekerja untuk biaya  pembayaran pemasangan instalasi listrik terhadap pihak PLN, untuk menyikapi dan merespon hal ini Admnistratur PT Glenmore ( H.Hafiludin ), Staf PT Glenmore dan SPSI PT Glenmore (Bapak Ribut) mengajukan permohonan kepada pihak direksi agar dapatnya pinjaman tersebut tidak dibungakan, walaupun menurut informasi beliau-beliaunya uang pinjaman tersebut diupayakan oleh pihak Direksi melalui pinjaman Bank yang notabenenya berbunga. Akhirnya permohonan dikabulkan oleh pihak Direksi. Menurut informasi dari koordinator pelanggan (Bapak Supriyadi) setiap pelanggan di bebani nominal biaya sebesar Rp. 1.800.000, para pekerja (pelanggan) menerima dan sepakat dengan jumlah nominal biaya tersebut.
Proses pengerjaan realisasi pemasangan instalasi listrik tersebut, ditangani oleh CV Bella Setia Pratama. Menurut Bapak Supriyadi jumlah pelanggan di masing-masing afdeling bervariasi, diantaranya untuk Afdeling Kalitakir 31 pelanggan dan itupun sudah menyala, Sepanjang Lor 20 pelanggan masih dalam proses nyala, Sumber Manggis ± 25 pelanggan, akan diproses setelah tiang terpasang, Besaran 6 pelanggan, jadi jumlah global pelanggan diseluruh wilayah afdeling ± 82 pelanggan. Dari jumlah pelanggan terkafer perusahaan perkebunan PT Glenmore harus mengeluarkan anggaran biaya dengan jumlah nominal yang tidak sedikit demi terwujudnya kesejahteraan para pekerja.
Menurut Bapak Supriyadi dan Bapak Ribut selaku ketua SPSI pihak perkebunan PT Glenmore dan pihak pekerja (Pelanggan PLN) mengenai angsuran pinjaman dari perusahaan mereka sepakat para pekerja (Pelanggan PLN)  akan dipotong gaji Rp. 50.000/bulan, namun untuk mengantisipasi adanya penghasilan karyawan yang tidak mencukupi perusahaan akan berupaya memperkecil angsuran pinjaman yang wacananya pihak pekerja (Pelanggan PLN) akan dipotong gaji Rp. 30.000/bulan, namun disatu sisi Bapak Ribut selaku ketua SPSI sekaligus kepala bagian di afdeling Kalitakir menegaskan dan memaparkan untuk para pekerja (Pelanggan PLN) di afdeling Kalitakir meminta agar dapatnya angsuran pinjaman bias diperbesar bahkan ada yang meminta dipotong gajinya sampai Rp.100.000/bulan, lebih kalau ada panen raya karena memadainya penghasilan pekerja diwilayah afdeling Kalitakir.
Dari hasil informasi ini, dapat disimpulkan bahwasannya perkebunan PT Glenmore termasuk dalam kategori perusahaan yang solid, respon, dan peduli terhadap kesejahteraan para pekerjanya, sehingga terjalinlah suatu hubungan yang harmonis antara pihak perusahaan dan pihak pekerjanya, maka terciptalah dan termanifestasilah situasional dan kondisional perusahaan yang kondusif. 

PEMBANGUNAN SALURAN IRIGASI TERSELESAIKAN DENGAN BAIK

Gresik, GEGANA.
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada pemerintah daerah pusat Gresik, yang telah memberikan bantuan berupa pembangunan saluran irigasi yang telah di alokasikan di desa Lasem, Kecamatan Sedayu Kabupaten Gresik. Kebahagiaan bagi kami warga desa Lasem karena telah mendapatkan bantuan pembangunan saluran irigasi yang kini terselesaikan dengan baik, dan sesuai dengan RAP dan atas aturan yang ada serta tidak menyalahi baik dari pusat maupun daerah. Dengan adanya proyek ini maka warga masyarakat bawah mulai bisa merasakan dengan gembira, ucap salah satu warga setelah di wawancarai oleh wartawan Gegana pada waktu dilokasi. (TIM)

KANTOR DIKNAS UJI KER GRESIK

Gresik, GEGANA.
Dari Media Gegana menemui salah satu pegawai dinas perhubungan, sempat dikonfirmasi oleh tim media Gegana, dia mengatakan bahwa kantor terkait sudah tidak layak guna, atap sebagian ada yang bocor dan plafon banyak yang rontok serta kayu banyak yang sudah rapuh. Maka dari itu, dari Tim Media Gegana menyarankan agar pemerintah daerah Gresik perlu memperhatikan adanya gedung Dinas Perhubungan yang sudah tidak layak. (TIM)

DINAS KESEHATAN SEGERA MENINDAK DENGAN TEGAS ADANYA MANTRA TIDAK PUNYA IJIN BERANI BUKA PRAKTEK


Lamongan, GEGANA.

Meski Surat Ijin Praktek belum turun, klinik berobat kacangan sudah melakukan praktek kurang lebih 6 bulan lamanya. Menurut data yang diperoleh Tim Gegana di lapangan sebenarnya klinik tersebut belum bisa menjalankan aktifitas medis, “kami sudah berusaha menjadi orang yang lega lahir batin, saya tanpa buat klinik sudah banyak yang datang,” ujarnya bapak Mantri (Sugram) saat dikonfirmasi oleh wartawan pada hari Sabtu 14 Mei 2011 jam 15.00 WIB.
Sering dikatakan Sugram, kini pihaknya sudah berusaha mengurus ijin tetap praktek. Ijin sementara sudah ada tinggal menunggu ijin tetap pada waktu setahun (1tahun) sambil menunggu memperbaiki sarana-prasarana dirinya juga menunggu / mempersiapkan personil, dan lain-lain.
 Masih menurut bapak Mantri Sugram dirinya mengaku sudah ada surat ijin namun ketika diminta dan didesak oleh wartawan Gegana untuk memberikan data tentang pengajuannya tanggal berapa, dia acuh tak acuh, dan dia bilang mohon maaf dulu saya ada pasien, dia berkelit saat dikonfirmasi melalui telepon selular.
 Meski demikian kata Bapak Sugram bahwa surat ijin yang belum turun terkait rawat inap, kalau pengobatannya sudah ada ijin SK. Nomor : 442/2947/KEP. 413215 / 2010, Jln. Raya Sari Rejo No. 1 Dusun Kacangan – Tikung Kab. Lamongan. Tetapi yang rawat inap belum dan tunggu proses bulan Oktober 2011 yang akan datang surat ijin rawat inap akan dikeluarkan.
Maka dinas kesehatan setempat segera ambil tindakan dengan tegas kalau dibiarkan dia akan merajalela, tanpa ada tegura dari instansi terkait, yang resmi kalah dengan yang illegal.  Bersambung …. (LDR)

DI DUGA CAMAT TRUCUK TERIMA RP. 40 JUTA DARI PROGRAM P3T DS. KANDANGAN TRUCUK BOJONEGORO


Bojonegoro, GEGANA.
Pesertifikatan tanah secara missal melalui PRONA (Program Nasional) yang merupakan salah satu program / kegiatan pembangunan pertanahan yang mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Jadi Program P3T (Proyek Percepatan Pendaftaran Tanah) yang biasa disebut PRONA di kabupaten Bojonegoro pada tahun 2011 ini sebanyak 16 desa yang menerima program tersebut. Diantara 16 desa yang menerima program PRONA yaitu desa Kandangan Kec. Trucuk Kab. Bojonegoro Propinsi Jawa Timur. Didesa tersebut masing-masing pemohon dikenakan biaya Rp. 500 ribu s/d Rp. 650 ribu oleh Kepala Desa Tamban, padahal dalam pelaksanaan kegiatan PRONA semua biaya mulai dari biaya pendaftaran, biaya pengukuran, biaya pemeriksaan tanah adalah Gratis, dalam arti pemohon sertifikat tidak dipungut biaya alias bebas biaya. Karena biaya anggaran PRONA bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Kantor Pertanahan Kabupaten, pada program Pengelolaan Pertanahan menurut narasumber yang ditemui wartawan mengatakan bahwa Camat Trucuk Kab. Bojonegoro diduga ikul ambil  bagia dari peserta program PRONA perbidang Rp. 200 ribu x 200 pemohon. Setelah mendapat info dari nara sumber kemudian wartawan konfirmasi Camat, akhirnya Camat mengakui menerima dana dari pemohon tersebut tetapi Camat mengatakan dana sekian itu untuk PPAT dan blanko D.
Sementara menurut Tamban Kades Kandangan setelah dikonfirmasi wartawan membenarkan kalau dalam pengajuan PRONA ini Camat dianggarkan Rp. 200 ribu per pemohon  kali 200 pemohon ± Rp. 40 juta untuk Camat, dari biaya Rp. 500 ribu – Rp. 650 ribu. Selain untuk Camat juga untuk panitia, pemberkasan, namun dari hasil investigasi wartawan dilapangan panitia PRONA yang ada di desa tersebut hanyalah simbolis saja, bahkan Suyitno sebagai Ketua Panitia merasa tidak diberi kewenangan apa-apa, dan tidak tahu masalah keuangan, semua itu yang tahu adalah Kepala Desa Kandangan. Akibat ketidak transparan itu Suyitno merasa kecewa terhadap Kepala Desa, karena semua kebijakan ada di Kades, jadi membuat Ketua Panitia hanyalah dibuat background/simbolis saja, demi untuk mencari keuntungan pribadi.
Harapan semua pihak yang terkait PRONA adalah GRATIS, barangkali ada oknum Pemdes dan instansi pemerintahan ada penyimpangan-penyimpangan masalah keuangan maka nanti berurusan dengan aparat penegak hukum Kejaksaan dan Kepolisian serta bisa dijerat dengan pasal-pasal KORUPSI. Bersambung ….(TIM)

DINAS PENDIDIKAN DINILAI PALING LAMBAN MEMBUAT LPJ


Bojonegoro,Gegana
Dalam sambutanya Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono mensayangkan masih lemahnya sistim administrasi di lingkup Dinas Pendidikan (Dindik) Bojonegoro. Hal ini dinilai dapat menghambat penyelenggaran dan pelayanan pendidikan.

"Sudah tiga tahun setengah ini saya meminta jumlah data-data guru yang PNS maupun GTT belum juga diberi," ungkap Setyo Hartono disela-sela kegiatan pembinaan kepala SMP/SMA/SMK se kabupaten Bojonegoro di Ruang Angling Dharma,

Menurut dia, tertib administrasi ini merupakan sesuatu yang penting dalam mendukung kinerja dan pelayanan pendidikan. sebab, dengan penataan administrasi yang baik akan mudah diketahui kekurangan maupun kelamahan yang menjadi penghambat pelayanan pendidikan di Bojonegoro.

"Apalagi sekarang ini merupakan era keterbukaan publik. Jadi semua harus transparan. Karena itu saya minta agar jajaran diknas untuk secepatnya memperbaiki sistim administrasi," pesan Hartono.

wabub  juga meminta, dengan keterbukaan informasi publik sekarang ini, agar pelayanan pendidikan bukan didasarkan pada (kamu siapa), tapi harus konsisten.
"SDM tenaga pendidikan juga perlu ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan. Karena ini akan berpengaruh sekali terdahap kualitas (SDM) siswa," pungkas Hartono. 

hal yang sama juga di ungkapkan, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keungan dan Aset (DPPKA) Daerah Bojonegoro, Herry Sudjarwo. Menurut dia, dari 70 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Bojonegoro, Dinas Pendidikan merupakan salah satu SKPD yang paling lambat dalam membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ).
"Akibatnya dana seperti bantuan operasional sekolah (BOS), rapelan gaji pegawai dan anggaran lainnya juga sering terlambat," sambung Herry.
Karena itu, dirinya meminta agar Diknas dan jajarannya untuk memperbaiki sistim administrasi. Sebab administrasi ini berhubungan dengan pencairan anggaran.(Moen)

900 Guru PNS Terancam Di Mutasi


Bojonegoro,Gegana
Pemerintah Kabupaten segera melakukan pemetaan guru untuk melaksanaan pemerataan pendidikan di Bojonegoro. Sedikitnya 900 guru mulai tingkat SD hingga SMA dalam th 2011 ini akan dimutasi.

"Ini untuk menghindari kesenjangan pendidikan disini," kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, Suhadi Moeljono disela-sela pembinaan kepala SMP/SMA/SMK se Kabupaten Bojonegoro,

Menurut Molejono,ketika di temui wartawan menyampaikan “kesenjangan pelaksanaan pendidikan di Bojonegoro itu terdapat dibagian barat dan timur. Dimana, jumlah guru dibagian timur lebih banyak dibanding bagian barat. Hal ini dikarenakan wilayah barat lebih banyak daerah pedalamannya sehingga mereka enggan untuk mengajar disana. 

"Selama ini guru-guru lebih memilih untuk ditempatkan di wilayah timur daripada di barat," ungkap mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro ini.

Untuk itu, lanjut dia, dalam waktu dekat ini Pemkab akan melakukan pemetaan dan memutasi guru yang jumlahnya dinilai melebihi standrt. Dengan begitu akan menciptakan pemerataan pelayanan pendidikan di Bojonegoro.

"Jadi nanti guru harus siap dan mau ditempatkan dimanapun. Biar tidak ada ketimpangan pelayanan pendidikan," tambah Moeljono (Moen)

Pemulangan Jenazah TKW Asal Ngawi Biaya’i Sendiri


NGAWI - GEGANA: Suasana duka tercermin pada keluarga Sastro (67) warga Dusun Melok Wetan, Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Setelah menunggu selama empat hari atas kedatangan jenazah putrinya yang bekerja di Johor Malaysia karena dikabarkan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ini meninggal dunia. Jenazah Supini (36) anak kedua dari Sastro ini, Sabtu (07/05/2011) pukul 16.00 wib tiba di rumah duka yang sebelumnya transit di bandara Juanda Surabaya.
Pengamatan gegana di rumah duka, Sabtu (07/05/2011) tetangga juga nampak bersedih atas nasib yang menimpa Supini. ”Tentu kami juga ikut berduka, niat merubah nasib pulang jadi begini,” tuturnya. Janda beranak satu (Dila,12) ini berangkat ke Malaysia dari Jakarta melalui PT-PJTKI yang tidak jelas. ”Tahun 2008 berangkat ke Jakarta, tahun 2009 akhir memberitahu kalau sudah di Malaysia. Dan bulan Maret kemarin adik saya (Supini,red) pernah telpon mengeluhkan kalau dirinya sakit sesak nafas dan jantung,” terang Supeno, kakak korban dengan terbata-bata menahan kesedihan.
Informasi kematian Supini berasal dari Sumaji (teman Supini,red) di Malaysia asal Kediri. ”Selasa (03/05/2011) pukul 01.00 wib dini hari saya terima SMS dari Sumaji yang mengabarkan kalau adik saya (Supini,red) meninggal dunia karena sakit,” terangnya pada reporter infongawi.
Sementara itu orang tua korban, Sastro (67) sangat bersyukur atas kepulangan jasad anaknya walaupun terlihat sedih. ”Saya sekeluarga bersyukur jasad anakku bisa dibawa pulang ke rumah,” tuturnya penuh iba, walaupun harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk biaya pemulangan jenasah dar Malaysia. (yto/tim)

DPRD Bojonegoro sidak demlot tanaman padi


Bojonegoro, GEGANA
Komisi B DPRD Bojonegoro, Jatim, Selasa, melakukan sidak demplot tanaman padi di Desa Pacul, Kecamatan Kota dan Desa Penganten, Kecamatan Balen yang dibuat distributor pupuk bekerja sama dengan petani di wilayah setempat.
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Chisbullah Huda, didampingi anggotanya, Bambang S, Ali Machmudi dan Fani Chumaidah, Selasa mengatakan, demlot tanaman padi di dua lokasi yang baru dikunjungi itu, pertumbuhannya cukup bagus. Tanaman padi di demplot yang usianya 35 hari dan 59 hari tersebut, bisa tumbuh normal.
Berbeda dengan empat lokasi demlot tanaman padi yang juga dibuat distributor di wilayah setempat, pertumbuhannya tidak terlalu bagus. Tanaman padi yang ditanam pertumbuhannya meranggas, sebagian tumbuh kering. Selain itu, lokasi demplot juga diserang hama sundep, beluk dan wereng.
Di dua demlot itu terjadi perbedaan, di Desa Pacul, Kecamatan Kota, petani mendapatkan bantuan pupuk gratis, sedangkan di Desa Penganten, Kecamatan Balen, petani tetap harus membayar setelah panen.
"Kami akan terus melakukan pemantauan demlot tanaman padi hingga panen, sebab untuk bahan perbandingan," kata Bambang menambahkan.
Berdasarkan data, delapan distributor pupuk di Bojonegoro, membuat demplot tanaman padi dengan luas berkisar 1 hektare sampai 1,3 hektare. Menurut Chisbullah, pembuatan demlot ini, sebagai langkah untuk menentukan pemanfaatan pupuk bagi petani di Bojonegoro. Sebab, dalam perkembangannya unsur hara di dalam tanah sawah di Bojonegoro, sudah menurun drastis hanya berkisar 0.7 hingga 0,8 persen.
Di dalam demlot tersebut, komposisi pupuk yang dimanfaatkan yakni phonska 2 kuintal, urea 2 kuintal dan petroganik 5 kuintal. Hanya saja, komposisi kebenaran kandungan pupuk petroganik produk UD Indo Baru Mandiri (IBM), belum diketahui kepastiannya.
"Kita masih menunggu uji laboratorium kandungan pupuk petroganik produk IBM," jelas Ali Machmudi.
Yang jelas, kata Chisbullah, DPRD akan mengambil keputusan untuk merekomendasikan pemanfaatan pupuk bagi petani di Bojonegoro, mengacu hasil demplot itu. Apalagi, pada musim tanam 2010 lalu, produksi rata-rata tanaman padi per hektare turun menjadi 62,58 kuintal gabah kering panen (KGP), sedangkan 2009 produksinya mencapai 64,67 kuintal.(MUN)

211 CPNS TERIMA SK


Bojonegoro, GEGANA.

Sebanyak 211 calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010 di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima surat keputusan (SK) CPNS yang diserahkan oleh Wakil Bupati Bojonegoro (Wabup) Setyo Hartono pada dua perwakilan CPNS di ruang Angling Dharma, Selasa (19/04). Selain itu, para CPNS juga langsung menerima nomor induk pegawai (NIP), seragam dan penempatan kerja.
Hadir dalam penyerahan SK CPNS itu Asisten Bidang Admisntrasi  Mardikun, Staff Ahli  Djindan Muhdin, dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemkab, serta Kepala PT. Askes Bojonegoro.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bojonegoro, Budi Raharjo, mengatakan, dalam pengadaan CPNS tahun 2010 ini Bojonegoro memperoleh kuota dari pemerintah pusat sebanyak 220 formasi. Namun saat lowongan dibuka sampai pelaksanaan tes 4 formasi tidak terisi. Sehingga hanya terdapat 216 orang yang dinyatakan lulus.
“Tapi dari jumlah itu (216 orang yang dinyatakan lulus) dua orang tidak memenuhi persyaratan. Sedangkan tiga orang lainnya mengundurkan diri karena diterima dan memilih ke instansi lain. Jadi jumlah total CPNS tahun ini adalah 211 orang,” ujar Budi.   
Dijelaskan, sesuai formasi, 211 CPNS ini akan mengisi beberapa bagian. Rincinnya, tenaga guru sebanyak 97 orang, kesehatan 63 orang dan teknsi 51 orang.
“Sesuai golongannya dari jumlah ini 164 CPNS adalah golongan III dan 47 orang golongan II,” sergahnya.
Menurutnya, sebelum penempatan kerja, para CPNS ini akan menjalani magang selama dua bulan di kecamatan hingga 25 April mendatang dengan masa percobaan selama 2 tahun. Mereka juga akan memperoleh gaji sesuai dengan golongannya setiap bulannya.
“Maksud dari pengadaan CPNS ini adalah untuk mengisi formasi yang lowong. Dengantujuan memperoleh CPNS yang professional, jujur, dan memiliki kompetensi,” tambah Budi.
Sementara itu, Wabup, berpesan, agar para CPNS ini tidak melanggar aturan selama magang maupun masa percobaan selama dua tahun ini. Sebab dengan status tersebut SK maupun NIP yang diberikan ini dapat dicabut.
“Karena itu saya meminta agar bapak/ibu, mbak dan mas-mas ini menjaga tindak-tanduk, sikap, dan prilakunya selama magang dan percobaan ini,” pesan Setyo Hartono.
Hartono juga menegaskan, meskipun belum resmi menjadi PNS, diharapkan para CPNS ini dapat memberikan contoh yang baik dan pelayanan bagi masyarakat. Sebab CPNS ini sudah menjadi bagian dari abdi Negara yang harus siap mendharmabaktikan dirinya untuk melayani masyarakat.
“Semua CPNS ini memiliki tugas dan kewajiban yang sama. Jadi tidak ada istilah membeda-bedakan keluarga pejabat atau asal muasal karena semua sama. Dan tak kalah pentinganya kalian juga harus dapat menjaga nama baik korps,” tegas purnawirawan TNI.
Wabup mengungkapkan, bahwa penyelenggaran tes CPNS 2010 ini merupakan yang terbaik sepanjang tahun. Karena semua dilaksanakan secara jujur dan transparan.

“Jadi tunjukkanlah dedikasi anda. Dan buktikan pada masyarakat kalau anda-anda ini adalah yang terbaik,”pungkasnya. (MUN)

TOTOK SUDARMINTO TERPILIH SEBAGAI FIGUR KEPALA DESA PRAGELAN GONDANG


Bojonegoro, GEGANA
Rasa kebersamaan dalam segala hal akan mewujudkan sebuah cita-cita, itulah semboyan Totok sudarminto
Pria berusia (40 tahun) kelahiran ponorogo ini merasa terpanggil di tengah-tengah masyarakat Desa Pragelan Kec. Gondang Bojonegoro, untuk bangkit membangun desanya yang lebih maju dan transparan sesuai dengan harapan masyarakat. Sehingga pada pelaksanaan Pilkades yang berlangsung pada 14/4 dari jumlah hak pilih 1909 totok sudarminto memperoleh 596 suara mengungguli dua calon lainya juwi noto susanto 487 suara dan sumanto 596 suara, 8 suara tidak sah.
Sosok pria yang berpenampilan sederhana ini saat ditemui wartawan usai pilkades dirumahnya menyampaikan, atas izin Allah SWT serta masyarakat desa Pragelan memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin desa ini, pertama yang ia kerjakan adalah melanjutkan program yang sudah berjalan. Serta menumbuhkan kembali sifat gotong royong sesama warga yang selama ini sifat-sifat tersebut sudah hampir pudar di kikis perkembangan dan kemajuan jaman dan tehnologi.
Disamping itu, transparansi juga perlu di kembangkan dalam pemerintahan yang paling bawah agar tidak ada kecemburuan sosial warga dengan pemerintah desa, sebab zaman sekarang adalah Era Reformasi, segala bidang terutama layanan publik yang saya rasa selama ini di Desa Prayungan belum begitu menerapkan sistem itu segala urusan pemerintah desa baik itu keuangan desa APBdes/PAD warga paling bawah punya hak untuk tahu hal itu sehingga dalam pelayanan publik baik pemerintah desa maupun warga tidak ada kecurigaan, jelas  Pria yang akrab disapa H,pur ini
Sementara Lukiswati salah satu warga Kec.Gondang menambahkan, kalau mau cari Pemimpin paling tidak cari Pemimpin yang amanah,istiqomqh dan bisa diteladani, bisa bermasyarakat mampu menempatkan diri sebagai seorang Pemimpin, termasuk ciri-ciri Pemimpin yang baik tidak suka menjatuhkan atau merendahkan orang, bisa beradaptasi dengan segala lapisan masyarakat dan tidak KKN, serta berani  terbuka.
 Lukiswati juga mengharapkan pada masyarakat agar selektif dalam memilih calon kepala desa yang akan datang, dia juga menambahkan kalau masyarakat sekarang dengan masyarakat 6 th yang silam sudah mengalami perubaha perubahan seiring dengan perubahan zaman saat ini, dia juga menggambarkan tentang pola pikir masyarakat saat ini adalah pola pikir yang maju dengan mengikuti perkembangan sdm manusia serta tingkat ekonomi juga kemajuan tehnologi moderen sehingga masyarakat Indonesia pada umumnya cenderung dengan hal hal yang baru, seperti dalam pemilu, atau pilkada, yang rata rata masarakat selalu ingin dengan pemimpin pemimpin yang baru, yang bisa membawa perubahan perubahan untuk kesejahteraan masyarakat, harapnya” (KASMOEN)

TRUK MUAT PASIR TERGULING, LALIN MALANG KE SURABAYA MACET


Pasuruan, GEGANA.

Sebuah colt diesel muat pasir terguling di Jalan Raya Gempol Baru. Kondisi itu diakibatkan as roda kiri belakang truk putus. Akibatnya truk yang dikemudikan Abdul Majid (45) warga Waru, Sidoarjo tak terkendali dan terguling.
Kemacetan luar biasa pun terjadi dari arah Malang menuju Surabaya. Kecelakaan yang menimpa truk bernopol M 8174 UN sekitar pukul 11.45 WIB ini akan mengantar pasir ke arah porong untuk material tanggul.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini. "Tidak ada korban jiwa mas, hanya kemacetan yang luar biasa ini," kata seorang saksi, Cak No kepada tim wartawan Gegana di lokasi, Selasa (26/4/2011).
Lokasi badan truk yang masih berada di badan jalan makin membuat arus lalu lintas macet. "Untuk kendaraan harus lewat sebelah kanan, karena posisi jalan sempit sekali," tambahnya. Sementara kejadian ini membuat 8 anggota Polres Pasuruan mengatur lalu-lintas di sekitar jalan. Pengguna jalan pun diimbau sabar dan mengantre. (TIM)

Notaris yang Sahkan Dokumen YPI Diperiksa

Pondok Pesantren AL Zaytun di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Foto kanan adalah Bekas Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII), Imam Supriyanto.
JAKARTA, GEGANA.
Penyidik Bareskrim Polri memeriksa dua saksi terkait laporan Imam Supriyanto, salah satu pendiri Yayasan Pesantren Indonesia (YPI). Imam melaporkan Panji Gumilang dengan sangkaan memalsukan dokumen kepengurusan YPI yang menaungi pendirian Pondok Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengatakan, penyidik memeriksa notaris bernama Tomy berserta anak buahnya, Jumat (13/5/2011) siang ini. Anton menambahkan, Tomy yang mengesahkan dokumen perubahan struktur kepengurusan YPI.
"Saksi yang sudah dimintai keterangan sebelumnya yakni pelapor (Imam) dan anak buahnya, Pak Deden," kata Anton di Mabes Polri, Jumat ( 13/5/2011 ).
Anton mengatakan, penyidik belum berencana memeriksa Panji. "Masih lama. Kita tunggu semua saksi-saksi (diperiksa) dulu," pungkas jenderal bintang dua itu.
Seperti diberitakan, Imam merasa tidak pernah hadir dalam rapat yang membicarakan perubahan struktur kepengurusan. Dalam rapat itu, Imam menandatangani dokumen kepengurusan YPI dimana dirinya tak lagi sebagai pendiri serta pembina.
Panji, pendiri Ponpes Al Zaytun, mempersilahkan Polri mengusut laporan Imam. Menurut dia, perubahan kepengurusan dilakukan lantaran Imam tak aktif sejak 2007 hingga 2011 . (TIM)

Isu Penangkapan Teroris Hebohkan Purworejo


Purworejo, GEGANA.
Isu penangkapan teroris oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menghebohkan warga Purworejo, khususnya di Desa Maron, Kecamatan Loano. Namun isu tersebut hingga, Rabu (11/5) siang belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Isu tersebut beredar lewat layanan short message service (SMS) yang mulai beredar Selasa (10/5) petang. Pesan singkat tersebut berbunyi: "1 terduga teroris bernama abdullah taufik rahmah 41 th/sepupu dulmatin hari ini ditangkap di rumahnya didesa maron rt 03 rw 09 kec loano, purworejo dg bb 1 tab gas LPG 3 kg yang telah di rakit menjadi bom, pistol fn, amunisi ak-47."
Isi pesan tersebut juga diterima Kepala Desa Maron Puji Mangastomo ST. Malam kemarin pihaknya langsung melakukan penelusuran. Sejumlah aparat dari Polsek Loano, Koramil Loano, Polres Purworejo, dan Kodim 0708/Purworejo juga melakukan pengecekan ke lapangan. Tapi hasilnya tetap nihil. Puji sendiri saat dimintai konfirmasi menyebutkan, alamat yang ada dalam SMS itu tidak jelas. Disebutkan alamatnya di RW 09, padahal di Desa Maron hanya sampai RW 5. "Sepertinya isi SMS ini memang menyesatkan," katanya.
Lebih lanjut disebutkan, memang ada warganya yang bernama Abdullah yang berasal dari Cirebon dan menikah dengan salah satu warga Desa Maron bernama Sriyanti, putri dari Marno, warga RT 2 RW 5. Abdullah itu saat ini bekerja sebagai buruh kuli panggul di stasiun Jatinegara Jakarta Timur. "Tapi tidak ada yang aneh dari kehidupan Abdullah. Setiap pulang dia juga bergaul baik dengan tetangganya," katanya. Marno yang didatangi wartawan di rumahnya kemarin mengaku shok mendengar kabar itu. Dia langsung meminta anaknya Sriyanti untuk menghubungi suaminya. Ternyata suaminya tidak ditangkap dan tetap bekerja seperti biasa di Jakarta.
"Siapa yang tidak bingung kalau mendapat kabar menantu ditangkap karena jadi teroris. Itu tidak benar karena menantu saya ini masih beraktifitas seperti biasa di Jakarta. Kehidupan dia wajar saja bergaul baik dengan tetangga di sini. Sebulan sekali dia pulang," katanya. (TIM)

Marak Angkot Ngetem di Terminal Bayangan

BIKIN MACET: Sejumlah angkot tampak ngetem di ruas Jalan Pajajaran sekitar Terminal Baranangsiang, kemarin.
Bogor,  GEGANA.

Sejak pergantian kepemimpinan di tubuh Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), warga kota hujan mempertanyakan programprogram DLLAJ yang tak lagi berjalan. Sebut saja penggembokan ban kendaraan yang parkir di sembarang tempat, atau penertiban angkot yang kerap ngetem di terminal-terminal bayangan.
“Angkot yang ngetem di depan pusat perbelanjaan makin parah. Contohnya di persimpangan Tugu Kujang. Kalau sore waktu pulang kerja, kemacetannya bikin orang tambah stres,” keluh Welly (22), mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di kota hujan.
Pemandangan serupa tampak di depan Mal Jambu Dua, yang sudah berubah menjadi terminal bayangan. Angkot yang mengetem mengakibatkan kemacetan cukup panjang. Mirisnya, hal itu terjadi tepat di depan pos polisi. Selain itu, angkutan Bogor- Sukabumi yang sebelumnya dilarang memangkal di depan Terminal Baranangsiang, kini terlihat kembalibermunculan. Serta, kawasan Jalan Pajajaran yang bebas parkir pun kembali dimanfaatkan mobil-mobil parkir.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala DLLAJ Kota Bogor, Suharto berjanji akan segera membenahi karut-marut lalu lintas di kota hujan. Menurut dia, DLLAJ dengan kepemimpinan yang baru tengah menggodok langkah-langkah jitu dalam mengatasi permasalahan lalulintas di Kota Bogor. Salah satunya dengan melakukan langkah-langkah persuasif. “Kalau perlu nanti bersama aparat kepolisian menerapkan sanksi ke sopir-sopir angkot yang bandel,” tegasnya.
Khusus untuk masalah angkot, DLLAJ akan berupaya melanjutkan program-program unggulan seperti shift angkot yang dinilai berkontribusi mengurai kemacetan. Suharto mengatakan, adanya angkotangkot yang ngetem merupakan indikator semakin menurunnya penumpang mereka. Hal itu diperkirakan para penumpang yang beralih menggunakan angkutan pribadi seperti sepeda motor.
Kabid Lalulintas DLLAJ, Tedy menambahkan, pihaknya tengah mengumpulkan data titik-titik kemacetan di Kota Bogor. Petugas DLLAJ diturunkan untuk memantau jalan-jalan protokol dan memetakan pola kemacetan. Hal itu dilakukan guna mengkaji permasalahan utama kemacetan untuk dicari solusinya. “Seperti kemacetan setiap akhir pekan di Jalan Raya Tajur. Saya akan kaji dulu masalahnya untuk mencari solusi,” imbuh Tedy. (TIM)

TIGA WARGA DESA SELALU MENGANTISIFASI DATANGNYA BANJIR

“ GEGANA PROB”
Setiap hari warga desa merasa terancam banjir setiap hari, di antaranya warga Desa Dawuhan Desa Jribing Patalan juga Tunggak Cermi, Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo.
Dengan kenyatan ini warga desa setempat setiap hari dan apabila begini mulai gelap, maka warga desa tidak lagi ada di dalam rumah, di karnakan takut banjir tiba tiba datang . oleh sebab itu warga desa setempat sangat mengantisipasi dengan adanya musibah ini. Seperti bulan kemarin.
“ hasil integrasi tim gegana ketika warga di konfirmasi mengatakan, bahwa dengan adanya musibah ini sama sekali sangat tiadak mengira bahwa banjir akan membawa banyak korban, dan dapat menjebolkan jembatan yang sangat kuat ini, kemudian warga mengatakan kembali bahwa sungai yang biasa di datangi banjir sudah puluhan bahkan sudah ber abad-abad, hanya kali ini tahun 2010/2011 sungai yang biasa di lewati banjir, enggan mau lewat seperti biasanya, dengan sekejab jembatan di jebol dan melalap tanaman yang ada di sawah milik tiga warga desa itu, sehingga sampai saat ini menjadi sungai, dan warga member gelar nama sungai kali baru.
Dengan adanya fenomena ini pemerintah probolinggo dan dinas yang terkait memfasilitasi, jembatan yang jebol itu telah di upayakan, memperbaikinya. Dan memakan dana yang cukup benar, namun tetapi setelah jembatan itu di perbaikinya, datang lagi banjir yang lebih dahsyat, akhirnya jembatan tersebut jebol kembali.

Menurut pandangan dan pikiran warga setempat, bahwa pemerintah kabupaten probolinggo dan dinas yang terkait sangat cepat cara menanggulanginya dengan adanya peristiwa ini, tapi bagaimana lagi semua ini telah terjadi, mungkin semua ini sudah takdir.
Tetapi kami sebagai warga desa kepada pemerintah kabupaten probolinggo tak kunjung padam, kedepan atau tidak lagi musim hujan dan banjir, katakan pada musim kemarau pemerintah bisa merenofasi jembatan yang saat ini rusak total. sementara ini biarlah sungai tidak lagi menjadi sungai,meskipun sawah dan tegal menjadi sungai , di karenakan situasi yang tidak memungkinkan. (SAM/WS)

BERSAMA RAKYAT MARI MEMBANGUN DESA YANG LEBIH MAJU


Pamekasan. GEGANA.
Baru-baru ini tim wartawan Gegana bersilaturrahmi ke kecamatan Ambunten dan Alhamdulillah dapat bertemu dengan Camat, sikap Laksono Belitu sebagai camat sangat ramah ketika ditemui Tim wartawan Gegana, disamping itu dia juga sangat arif dan Bijaksana. Ketika ditanya, dalam membangun Kecamatan Ambunten laksono mempunyai cita-cita untuk terus memajukan kecamatan ambunten dengan niatan tulus dan ikhlas tanpa mengharap imbalan atau iming-iming apapun dari masyarakat maupun warga sini  memang sudah kewajiban saya sebagai Kepala wilayah Kecamatan Ambunten yang sekarang saya duduki ini. Semua itu amanah yang kita jalankan sesuai prosedur yang berlaku sekarang. Dan tidak mengada-ada apa yang kita inginkan dan apalagi tidak sesuai dengan harapan buat kita bersama, untuk membangun Kecamatan Ambunten yang lebih maju, ucap Camat dengan kata-kata yang ramah, sopan dan polos, setelah diwawancarai oleh wartawan Gegana diruang kantor pada waktu dinas jam kerja. (TIM)

BUPATI NGAWI : SERAHKAN SK PNS SEKDES

Gbr. Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono saat memberi pengarahan kepada Sekdes

Ngawi, GEGANA
Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono, baru-baru ini telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penugasan Pegawai Negeri Sipil Sekretaris Desa (Sekdes) dilingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi tepatnya di Wedya Graha.
Hadir pula pada acara tersebut Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, ST., Muspida, Camat, undangan dan Sekretaris Desa. Mengawali sambutannya Bupati yang akrab dipanggil Mbah Kung ini menuturkan bahwa Pegawai merupakan bagian/ soko guru pembangunan dalam hal melayani masyarakat khususnya di bidang administrasi desa, maka Sekdes selaku aparat pemerintah di desa agar tugasnya tidak berbenturan dengan kepentingan harus pintar-pintar memanage tugas artinya tugas yang mana yang harus diprioritaskan atau didahulukan Sekdes harus mengerti. Apalagi hari ini sedang menerima pembekalan maka kinerjanya harus lebih baik, imbuhnya.
Tentang pengangkatan Sekdes untuk menjadi PNS, harus benar-benar memenuhi persyaratan yaitu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007, tentang persyaratan dan tata cara pengangkatan Sekretaris Desa menjadi Pegawai Negeri Sipil.
Lebih lanjut Bupati dihadapan 124 orang Sekdes, yang saat itu sedang menerima pembekalan menambahkan dari semua desa se Kabupaten Ngawi tidak serta merta Sekdesnya bisa diangkat menjadi PNS semua. Masih ada beberapa desa yang hingga kini Sekdesnya belum terisi karena faktor meninggal dunia atau pensiun, walaupun pernah desa membuka pendaftaran tapi ternyata tidak ada yang mendaftar.
Kami tegaskan disini setelah menerima SK ini Sekdes untuk segera melaksanakan tugasnya dengan semangat baru yaitu membantu Kepala Desa khususnya dibidang administrasi pemerintahan desa diantaranya urusan pelayanan umum, surat-menyurat, arsip, laporan-laporan sesuai Perbup Nomor 4 Tahun 2007, tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan tata kerja Pemerintahan Desa serta Penyusunan Rancangan Peraturan Desa tentang APBDes berdasarkan RKPBDes, sesuai dengan Perbup Nomor 21 Tahun 2008, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, tambahnya. (Gemb/Tim)

Razia Galian C, Satpol PP Bukan Gertak Sambal


NGAWI - GEGANA: Gebrakan Korp (satuan,red) penegak Peraturan Daerah (Perda) buktikan fungsinya, Kamis (05/05/2011) tepat pukul 10.30 wib berkaitan dengan diadakanya operasi sedot pasir mekanik di Dusun Pojok, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu Ngawi. Satpol PP mengerahkan 15 personel yang dipimpin Peggy Yudho Subekti,Ss.Tp,Mh. Dengan tegas petugas ini menyodorkan surat pernyataan yang isinya bahwa, pemilik lahan maupun mesin diminta menghentikan kegiatan yang dianggap melanggar peraturan daerah.Selain pembangkangan terhadap Perda (peraturan daerah,red) Propinsi Jawa Timur, kegiatan tersebut diindikasikan bisa merusak lingkungan. Pada mulanya situasi di TKP sempat ada perlawanan, sekitar 30 warga hendak membuat geger, namun keadaan bisa dikendalikan.
Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Ngawi, Susilo Utomo melalui Kasi Pengendalian Operasional, Peggy Yudho Subekti  menjelaskan secara hukum memang melanggar. ”Secara Yuridis Formal kegiatan tersebut tidak diperbolehkan, artinya dalam peraturan perundang-undangan sudah jelas diatur,” tegas Peggy pada wartawan gegana.
Masih menurutnya, diuraikan dalam aturan ini meliputi Perda Provinsi Nomor 1
Tahun 2005 tentang pengendalian usaha pertambangan bahan galian golongn C, Perda Nomor 4 Tahun 2008 tentang pengelolaan lingkungan hidup, Perda Kabupaten Ngawi Nomor 30 Tahun 2002 tentang retribusi ijin pertambangan bahan galian golongan C, jelentrehnya.
”Sementara ini kami lebih mengedepankan tindakan persuasif artinya kita buat surat pernyataan dulu untuk tidak akan mengoperasikan mesin sedot pasirnya lagi, karena kegiatan tersebut memang diakui masyarakat, aparat kecamatan, maupun perangkat desa sangat berdampak pada lingkungan dengan merusak ekosistem bahkan menyebabkan erosi,” tegas Peggy. Dan data pemilik alat mekanik tersebut Palut (50) dan Yusuf (51) warga Desa Banjarbanggi.(yto/tim)

Pohon Pisang Tumbuh, Langsung Berbuah

NGAWI - GEGANA: Sesuatu yang aneh bin ajaib telah terjadi, tidak ada kata yang tidak mungkin bila Tuhan sudah berkehendak. Warga Dusun Karangasem 1 Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Ngawi dihebohkan dengan temuan pohon pisang aneh bin ajaib. Pohon pisang yang terdiri 6 sisir, isi (?) buah pisang, tinggi 30 cm, baru berumur 1 bulan dan tumbuh tanpa daun ini hidup di pekarangan pasangan Sodir (50) dan Suryani (46), warga RT 03/05 Dusun Karangasem, Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Ngawi. Sungguh aneh, menurut warga sekitar isi buah pisang itu bila dihitung hasilnya selalu tidak sama. ”Saya hitung ada 95 buah pisang, tapi setelah saya hitung ulang berubah menjadi 93 buah. Bahkan saya hitung ulang lagi sampai empat kali hasilnya tetap tidak sama, aneh,” terang Gito warga Desa Geneng dengan heran. Pernyataan serupa diungkap Jarwani, penjual sayur keliling. ”Iya, pisang itu memang aneh. Saya menghitung selalu tidak sama, pertama 96, kedua 93, ketiga 95,” jelasnya sambil ketawa keheranan.
Saat ditemui wartawan gegana, Sodir (50) pemilik tanaman pisang aneh ini menuturkan tidak mempunyai firasat apa-apa. ”Saya sendiri juga heran kenapa bisa begitu, sebelumnya tidak ada tanda-tanda atau firasat yang aneh, pisang itu tahu-tahu tumbuh di situ padahal saya tidak merasa menanamnya” terangnya dengan polos. (yto/tim)

Akibat Hamili Pelajar, Oknum Perhutani Di Hakimi Masa

                                          Kapolsek Padas AKP. Djuri

NGAWI – GEGANA : Penganiayaan terhadap seseorang yang ber-artribut Perhutani terjadi di Dusun Bolo, Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Ngawi, Minggu (08/05/2011) pukul 16.00 wib. Korban penganiayaan ini Sunarto (30), warga Dusun/Desa Krompol, Kecamatan Bringin, Ngawi. Ketika di konfirmasi terkait masalah penganiayaan ini, Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto yang didampingi Kapolsek Padas AKP Djuri mengatakan, pihaknya masih mendalami dan melakukkan penyidikan secara intensif terhadap kejadian tersebut. ”Karenanya kita limpahkan ke Polres, pasalnya kejadian ini menyangkut perempuan yang berstatus masih pelajar hingga hamil. Memang untuk penanganan masalah penganiayaan massa yang menimpa Sunarto yang diduga menghamili pelajar siswi SMK kelas III,” terang Kapolsek Padas AKP Djuri pada wartawan.

Menurut informasi seorang pelajar yang termakan kibul Sunarto ini berinisial LW (18) siswi di salah satu SMK di Ngawi, putri dari pasangan Galiman dan Sinem yang diduga siswi tersebut hamil empat bulan. Pelajar SMK ini tertipu atas rayuan Sunarto yang mengaku anggota TNI dan bertugas di Saradan. Sejak Desember 2010 pelajar ini luluh dan kerap melakukan hubungan suami istri yang berakhir hingga hamil.

                                                                                               
”Pihak keluarga beserta masa mempertanyakan pengakuan Sunarto di rumah Sukidin (60), Ketua RT setempat. Karena dirasa jawaban pemuda tersebut mbulet dan bertele-tele yang cenderung menghindar, massa terpicu untuk menghajar. Akhirnya Sunarto mengaku kalau dirinya yang menghamili pelajar tersebut,” terang Sukidin kepada wartawan gegana ini. (yto/tim)

Kapan Negara ini Bebas dari Korupsi????

Pengikut

Mengenai Saya

Gresik, Jawa Timur, Indonesia
MENGGALI POTENSI, MENAMPUNG ASPIRASI, MENYEBAR INFORMASI